JawaPos.com–Clay mask adalah jenis masker wajah yang terbuat dari berbagai jenis tanah liat, seperti kaolin atau bentonit. Penggunaan clay mask sudah ada sejak ribuan tahun lalu sejak zaman Mesir kuno oleh Cleopatra dan banyak digunakan dalam perawatan kecantikan di berbagai budaya.
Masker ini dikenal memiliki banyak manfaat untuk kulit, termasuk menyerap minyak berlebih, membantu mengatasi kulit kering, dan mencegah jerawat. Clay mask bekerja dengan cara menarik kotoran dan minyak dari pori-pori, sehingga membantu membersihkan dan menghaluskan tekstur kulit.
Masker ini juga dapat digunakan untuk rambut, karena dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak dari kulit kepala. Namun, penting untuk tidak menggunakan clay mask terlalu sering, karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering atau iritasi jika digunakan secara berlebihan.
Jenis-Jenis Clay Mask
Dilansir dari laman health.com, jenis clay mask sangat beragam dengan menawarkan manfaat yang beragam pula. Setiap jenis clay memiliki manfaat sendiri tergantung pada jenis kulit, permasalahan, dan tujuan perawatan.
- Bentonite Clay
Bentonite clay terkenal dengan sifatnya yang sangat menyerap yang berasal dari abu vulkanik. Clay ini terbentuk ketika partikel kaca kecil hancur menjadi bubuk halus. Bentonite sangat efektif dalam menarik minyak dan kotoran dari kulit, sehingga menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk kulit berminyak atau berjerawat.
Kemampuannya yang kuat untuk menyerap minyak membantu mengendalikan munculnya jerawat dan membuat kulit terasa segar. Namun, karena sifatnya yang kuat, bentonite mungkin terlalu keras untuk jenis kulit kering karena dapat menyebabkan kekeringan atau iritasi berlebih.
Meski demikian, bentonite memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang dapat membantu menyembuhkan breakout pada kulit, seperti jerawat.
- Kaolin Clay
Kaolin clay yang juga dikenal sebagai clay putih memiliki tekstur lebih lembut dan lebih halus dibandingkan dengan bentonite. Clay ini pertama kali ditambang di Tiongkok dari bukit Kao-ling, yang menjadi asal nama kaolin. Kaolin sering ditemukan dalam produk perawatan kulit yang dirancang untuk kulit sensitif atau normal karena efeknya yang ringan dan tidak membuat kulit kering.
Clay ini dapat membantu mengontrol produksi minyak tanpa mengeringkan kulit, sehingga menjadikannya sempurna untuk mereka yang ingin memiliki kulit glowing tanpa mengurangi kelembaban alami kulit. Kaolin juga dapat menarik kotoran dari kulit dan membuatnya terasa halus dan bersih. Karena lebih lembut daripada bentonite, kaolin sangat cocok untuk mereka dengan kulit lebih sensitif atau mereka yang baru mencoba clay mask.
- French Green Clay
French green clay berasal dari wilayah kaya mineral di Prancis. Jenis clay ini merupakan penyembuh yang dikenal dengan warna hijaunya yang mencolok yang berasal dari tumbuhan yang membusuk.
Clay ini sangat efektif dalam menarik racun dan kotoran dari kulit sambil merangsang peredaran darah. Clay ini sering digunakan untuk efek peremajaan dan menjadikannya ideal bagi mereka yang memiliki kulit kusam, lelah, atau tersumbat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa French green clay juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang membuatnya berguna untuk perawatan jerawat.
- Rhassoul Clay
Rhassoul clay yang juga disebut ghassoul atau clay merah adalah clay kaya mineral yang ditambang dari Pegunungan Atlas di Maroko. Clay ini telah digunakan selama berabad-abad untuk perawatan rambut dan kulit. Rhassoul terkenal dengan kemampuannya untuk meningkatkan elastisitas kulit, sehingga menjadikannya favorit bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.
Clay ini dapat membantu membersihkan kulit dari kotoran dan minyak berlebih serta memperbaiki tekstur dan meremajakan penampilan kulit. Beberapa studi menunjukkan bahwa rhassoul clay dapat membantu melawan jerawat dan membuat kulit tampak lebih halus dan sehat. Namun, penelitian mengenai efektivitasnya untuk berbagai masalah kulit masih terbatas, sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Cara Menggunakan Clay Mask
Untuk mendapatkan hasil maksimal dari penggunaan clay mask maka penting untuk mengikuti beberapa langkah berikut agar masker dapat bekerja dengan optimal.
- Sebelum mengaplikasikan clay mask, bersihkan wajah dengan pembersih yang lembut dan bebas alkohol untuk menghilangkan kotoran, minyak, atau makeup.
- Setelah wajah bersih, oleskan clay mask secara tipis dan merata ke seluruh wajah. Hindari area mata karena kulit di sekitar mata sangat sensitif. Kamu bisa menggunakan jari, kuas, atau spatula untuk mengaplikasikan masker, pastikan masker merata.
- Biarkan masker mengering selama waktu yang disarankan pada petunjuk produk, biasanya sekitar 5-10 menit. Selama waktu ini, clay akan menyerap minyak dan kotoran dari kulit serta membuat kulit lebih segar dan halus. Jika kamu memiliki tipe kulit kering, sebaiknya jangan biarkan masker terlalu lama, karena ini bisa memperburuk kekeringan dan iritasi.
- Setelah masker mengering, bilas wajah dengan air hangat. Gunakan kain lembut atau tangan untuk menghapus masker, hindari menggosok dengan keras karena bisa menyebabkan iritasi. Setelah itu bilas dengan air dingin untuk membantu menutup pori-pori.
- Setelah masker dibersihkan, sangat disarankan untuk menggunakan pelembap yang sesuai. Penggunaan clay mask terutama pada kulit berminyak, bisa membuat kulit terasa kering, sehingga pelembap dapat membantu mengembalikan kelembaban dan menjaga lapisan pelindung kulit tetap sehat.