Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

3 Kesalahan Komunikasi yang Bisa Mengakhiri Pernikahan, Begini Cara Mengatasinya dengan Bijak

Lania Monica • Selasa, 19 November 2024 | 15:05 WIB

Ilustrasi kesalahan komunikasi yang dapat mengakhiri hubungan
Ilustrasi kesalahan komunikasi yang dapat mengakhiri hubungan
JawaPos.com - Komunikasi yang baik adalah fondasi utama untuk pernikahan yang kuat dan harmonis. Namun, banyak pernikahan berakhir bukan karena kurangnya cinta, tetapi akibat kebiasaan komunikasi yang buruk. Kesalahan sederhana ini sering kali berkembang menjadi masalah besar jika tidak segera diatasi.

Menurut studi dari The Gottman Institute, kebiasaan komunikasi yang buruk dapat menciptakan ketegangan, memperburuk konflik, dan merusak hubungan jangka panjang. Dilansir dari laman Yourtango, Selasa (19/11), berikut adalah tiga kesalahan komunikasi paling umum yang sering mengakhiri pernikahan dan cara memperbaikinya. 

1. Berteriak pada Pasangan

Saat marah, banyak orang cenderung meninggikan suara untuk meluapkan emosi. Sayangnya, berteriak justru menciptakan ketegangan yang lebih besar. Penelitian menunjukkan bahwa berteriak membuat pasangan defensif dan tidak mampu memahami pesan yang ingin disampaikan.

Sebagai gantinya, cobalah untuk mengambil jeda saat emosi memuncak. Berikan waktu untuk menenangkan diri sebelum melanjutkan percakapan. Latihan fisik seperti berjalan kaki atau menulis perasaan juga dapat membantu anda mengungkapkan emosi dengan cara yang lebih terkontrol. Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga memastikan pasangan anda merasa dihargai dan didengarkan.

Baca Juga: Menjadi Introvert yang Bahagia: Hindari 4 Hal Ini Agar Hidup Lebih Tenang dan Bermakna

2. Bersikap Kompetitif dalam Hubungan

Kompetisi kecil seperti bermain game bersama mungkin menyenangkan, tetapi jika kompetisi dalam hubungan tidak sehat, itu bisa menjadi bumerang. Kompetisi yang berlebihan menciptakan jurang antara pasangan, terutama jika salah satu selalu ingin menang dalam setiap diskusi atau argumen.

Menurut studi tahun 2010, kompetisi yang tidak sehat dalam hubungan dapat melemahkan ikatan emosional. Sebaiknya, fokuslah pada kolaborasi, bukan kompetisi. Belajar untuk lebih rentan dan menerima kekurangan masing-masing dapat membantu membangun hubungan yang lebih mendalam dan saling mendukung.

3. Fokus pada "Saya" daripada "Kita"

Sering kali, orang terlalu sibuk dengan pemikiran tentang diri sendiri sehingga lupa memperhatikan kebutuhan pasangan. Kebiasaan ini menciptakan hubungan yang egois dan kurang harmonis. Penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa pernikahan yang didasarkan pada kemurahan hati dan kepedulian cenderung lebih bahagia dan intim.

Mulailah dengan melakukan tindakan kecil yang menunjukkan perhatian kepada pasangan, seperti membantu pekerjaan rumah atau memberikan kejutan sederhana. 

Jangan khawatir jika respons awal pasangan anda tampak datar, konsistensi adalah kunci. Dengan terus menunjukkan sikap tulus, pasangan anda akan memahami niat baik anda dan hubungan akan tumbuh lebih erat.

Mengubah kebiasaan komunikasi buruk memang membutuhkan waktu dan usaha. Namun, dengan kesabaran dan dedikasi, hubungan anda bisa kembali ke jalur yang lebih positif. Ingat, komunikasi yang sehat adalah kunci untuk menciptakan energi positif dalam hubungan. Mulailah dengan langkah kecil, dan lihat bagaimana perubahan sederhana dapat membawa dampak besar bagi kebahagiaan pernikahan anda. 

Baca Juga: Ingin Open Relationship? Lakukan 4 Langkah Penting Ini Agar Hubungan Tetap Sehat dan Harmonis

Editor : Candra Mega Sari
#pernikahan #komunikasi #cara memperbaiki