Namun, menjalani hubungan ini membutuhkan pemahaman mendalam dan komunikasi yang baik. Sebuah studi tahun 2015 di Journal of Sex Research menunjukkan bahwa pencarian tentang hubungan terbuka meningkat dalam 10 tahun terakhir, dan lebih dari satu dari lima orang Amerika pernah terlibat dalam hubungan non-monogami.
Meski memberikan fleksibilitas dan kebebasan, open relationship juga memiliki tantangan besar, mulai dari batasan emosional hingga cara menyeimbangkan hubungan dengan pasangan utama. Dilansir dari kanal laman Yourtango, Selasa (19/11), berikut adalah empat langkah penting untuk memulai open relationship.
1. Pastikan Hubungan Terbuka Cocok untuk Anda Berdua
Sebelum memutuskan, pasangan harus mempertimbangkan apakah mereka benar-benar siap menghadapi tantangan yang mungkin timbul. Helen Fisher, seorang antropolog biologi, menekankan pentingnya memahami kebutuhan masing-masing pasangan.
Apakah anda merasa aman dalam hubungan saat ini, tetapi ingin mengeksplorasi koneksi lain secara seksual? Atau mungkin anda dan pasangan memiliki kebutuhan yang berbeda secara emosional atau seksual?
Dr. Carol Queen, seorang seksolog, menyarankan untuk membaca dan mempelajari dunia open relationship sebelum terjun. Diskusikan bersama bentuk hubungan terbuka seperti apa yang diinginkan dan bagaimana mengelola dinamika yang muncul.
2. Tentukan Batasan yang Jelas
Hubungan terbuka sangat berbeda dari perselingkuhan. Jika perselingkuhan berfokus pada kerahasiaan, hubungan terbuka menekankan transparansi. Sebelum memulai, pasangan perlu menetapkan aturan yang tegas.
Maria Sullivan, pakar hubungan, menyarankan untuk membicarakan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, misalnya seberapa sering pasangan boleh bertemu dengan orang lain, apakah membangun hubungan emosional dengan pihak ketiga diperbolehkan, hingga cara menjaga prioritas terhadap hubungan utama. Diskusi ini penting untuk menghindari konflik di masa depan.
3. Perhatikan Perasaan Semua Pihak
Open relationship melibatkan lebih banyak orang, sehingga penting untuk menjaga perasaan tidak hanya pasangan utama, tetapi juga pihak ketiga yang terlibat. Sullivan menyarankan agar pasangan utama tidak terlalu mendalami detail hubungan pasangan mereka dengan orang lain, karena hal ini bisa memicu kecemburuan yang merusak.
Selain itu, jika ada anak dalam hubungan, pikirkan dampak yang mungkin mereka rasakan. Dr. Queen mengingatkan pentingnya mempertimbangkan perspektif anak dan menjaga privasi demi keamanan mereka, terutama jika berada di lingkungan konservatif.
4. Buka Ruang untuk Perubahan
Tidak semua rencana akan berjalan sempurna. Hubungan terbuka memerlukan fleksibilitas. Jika ada dinamika yang tidak bekerja, jangan ragu untuk mengubah aturan. Dr. Queen berbagi pengalaman pribadinya, di mana ia sering merasa cemburu pada awal menjalani hubungan terbuka. Namun, melalui komunikasi yang terbuka dan terus menyesuaikan batasan, ia dan pasangannya berhasil menemukan keseimbangan.
Jika ada masalah, jangan malu untuk mengungkapkan. Kunci dari hubungan terbuka yang sukses adalah komunikasi yang jujur dan terbuka di antara semua pihak.
Memulai open relationship bukanlah keputusan yang ringan, tetapi bisa menjadi langkah yang tepat jika pasangan siap menghadapi tantangannya. Dengan komunikasi yang jelas, batasan yang tegas, dan fleksibilitas untuk menyesuaikan aturan, hubungan terbuka dapat menjadi pengalaman yang memperkaya. Ingat, kunci utama adalah transparansi dan saling menghormati. Jika dijalani dengan benar, open relationship bisa membawa manfaat yang luar biasa bagi semua pihak yang terlibat.
Baca Juga: Ingin Lebih Percaya Diri? Inilah 5 Cara Mudah Menjadi Lebih Menarik di Mata Orang Lain
Editor : Candra Mega Sari