Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Apa Itu Shokuiku? Kenali Filosofi Makan Intuitif ala Jepang yang Bisa Mengubah Cara Kamu Menikmati Makanan

Arsyad Dena Mukhtarom • Sabtu, 16 November 2024 | 18:30 WIB
Ilustrasi dua orang sedang makan bersama
Ilustrasi dua orang sedang makan bersama

JawaPos.com - Pernahkah kamu mendengar tentang shokuiku? Filosofi makan ala Jepang ini tidak hanya mengajarkan apa yang sebaiknya kamu makan, tetapi juga bagaimana cara menikmati setiap suapan dengan penuh kesadaran. Dengan prinsip yang sederhana, shokuiku bisa membantu kamu mengatur pola makan yang lebih sehat, sekaligus meningkatkan kualitas hidupmu.

Melalui filosofi ini, kamu akan belajar lebih dari sekadar memilih makanan yang sehat. Shokuiku mengajakmu untuk memikirkan kembali hubunganmu dengan makanan dan bagaimana cara makan yang lebih bijak dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dilansir dari Healthline pada Sabtu (16/11), berikut adalah penjelasan mengenai shokuiku.

Asal Usul Shokuiku

Shokuiku, yang dalam bahasa Jepang berarti "pendidikan makanan," adalah filosofi yang mengajarkan pola makan seimbang dan intuitif. Filosofi ini pertama kali dikembangkan oleh Sagen Ishizuka, seorang dokter militer yang juga dikenal sebagai pencipta diet makrobiotik.

Prinsip utama shokuiku terfokus pada bagaimana dan apa yang sebaiknya kamu makan untuk menjaga keseimbangan tubuh. Dalam beberapa dekade terakhir, filosofi ini semakin populer, tidak hanya di Jepang, tetapi juga di seluruh dunia.

Pada tahun 2005, Jepang bahkan mengesahkan Undang-Undang Shokuiku yang mewajibkan program pendidikan gizi di sekolah-sekolah. Tujuannya adalah membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan makan sehat dengan prinsip dasar shokuiku. Program ini mengajarkan banyak hal, mulai dari cara membaca label makanan hingga pentingnya makan sesuai musim.

Shokuiku bukan hanya soal apa yang kamu makan, tapi juga bagaimana kamu memahami makanan yang ada di sekitarmu.

Prinsip-Prinsip di Balik Shokuiku

Shokuiku adalah filosofi sederhana yang didasarkan pada empat prinsip utama yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap prinsip ini bertujuan untuk membuat hubunganmu dengan makanan lebih sehat dan penuh kesadaran.

1. Fokus pada Kenyang, Bukan Kalori

Daripada menghitung kalori, shokuiku mendorong kamu untuk makan secara intuitif dengan memperhatikan bagaimana makanan memengaruhi tubuhmu. Prinsip ini mengajarkan untuk lebih peka terhadap tanda-tanda lapar dan kenyang.

Salah satu konsep kunci adalah hara hachi bun me, yaitu berhenti makan ketika kamu merasa sekitar 80% kenyang. Dengan begitu, kamu bisa menghindari makan berlebihan dan tetap mendapatkan cukup makanan untuk kebutuhan tubuhmu.

Baca Juga: Makanan dan Minuman Terbaik untuk Membuat Tidur Lebih Nyenyak Secara Alami

2. Makan Lebih Banyak Makanan Utuh

Shokuiku sangat menekankan pentingnya mengonsumsi makanan utuh yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan.

Makanan ini kaya akan nutrisi penting, seperti protein, serat, lemak sehat, dan mikronutrien. Selain itu, shokuiku menyarankan agar kamu membatasi konsumsi makanan olahan yang umumnya tinggi kalori, sodium, dan gula tambahan.

3. Nikmati Beragam Makanan

Berbeda dengan banyak diet yang membatasi atau mengeliminasi bahan makanan tertentu, shokuiku justru mendorong kamu untuk menikmati beragam jenis makanan. Tradisi makan di Jepang umumnya melibatkan beberapa piring kecil, memberi kesempatan untuk mencoba bahan dan bumbu baru.

Idealnya, makanan terdiri dari berbagai jenis sayuran, nasi, dan sumber protein yang baik. Shokuiku juga mendorongmu untuk mencoba cara memasak yang berbeda, seperti memanggang, menggoreng, merebus, atau memanggang, untuk memperkaya variasi dalam dietmu.

4. Bagikan Makanan dengan Orang Lain

Selain untuk memberikan nutrisi, shokuiku mengajarkan bahwa makanan juga merupakan sumber kenikmatan dan kebahagiaan. Filosofi ini percaya bahwa makanan bisa mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan emosional dan mental.

Oleh karena itu, penting untuk duduk bersama dan menikmati makanan bersama teman atau keluarga setiap kali kesempatan memungkinkan. Membagikan waktu makan bersama orang yang kamu sayangi bisa membantu memperkuat hubunganmu dengan makanan dan meningkatkan kesadaran saat makan.

Potensi Manfaat Kesehatan dari Shokuiku

Mengadopsi prinsip shokuiku bisa membawa berbagai manfaat kesehatan yang signifikan. Filosofi ini tidak hanya tentang apa yang kamu makan, tetapi juga bagaimana cara kamu mengkonsumsinya.

1. Mendukung Pengelolaan Berat Badan

Salah satu fokus utama shokuiku adalah membentuk kebiasaan makan yang sehat, yang pada gilirannya bisa mendukung pengelolaan berat badan jangka panjang. Salah satunya adalah melalui praktik makan dengan kesadaran penuh (mindful eating), yang mengajarkan kamu untuk mendengarkan tubuh dan mengenali tanda lapar dengan lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa mindful eating dapat membantu meningkatkan penurunan berat badan secara signifikan.

Selain itu, shokuiku mendorong konsumsi makanan utuh yang kaya nutrisi dan membatasi makanan olahan, yang sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan risiko obesitas. Membagikan waktu makan dengan keluarga atau teman juga terbukti dapat meningkatkan kualitas diet dan menjaga berat badan yang sehat.

Baca Juga: 4 Zodiak yang Paling Sulit Dihadapi dalam Hubungan, Jelas Membutuhkan Kesabaran Ekstra

2. Meningkatkan Kesehatan Secara Keseluruhan

Shokuiku menekankan pentingnya menikmati beragam makanan sehat sebagai bagian dari diet seimbang. Dengan menerapkan pola makan ini, kamu dapat memastikan tubuh mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan. Diet seimbang ini juga bermanfaat untuk mendukung pengelolaan kadar gula darah, menjaga kesehatan pencernaan, mencegah penyakit jantung, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Mengurangi konsumsi makanan olahan, yang menjadi bagian dari filosofi shokuiku, dapat melindungi tubuh dari risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, penyakit radang usus, depresi, bahkan beberapa jenis kanker.

3. Meningkatkan Hubungan Positif dengan Makanan

Salah satu aspek menarik dari shokuiku adalah bagaimana filosofi ini mengajarkan kamu untuk lebih memperhatikan tubuh dan mengenali rasa lapar atau kenyang, tanpa perlu terjebak dalam perhitungan kalori atau jumlah nutrisi. Ini membantu menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan tubuhmu.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mindful eating dapat mencegah makan emosional dan mengurangi risiko makan berlebihan. Sebuah studi yang melibatkan 221 mahasiswa menemukan bahwa makan dengan kesadaran dapat mengurangi gangguan suasana hati dan perilaku makan berlebihan. Filosofi shokuiku juga mengajakmu untuk menikmati setiap hidangan, makan bersama orang lain, dan mencoba bahan-bahan baru, sehingga memperkaya pengalaman makanmu.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#filosofi makan ala Jepang #shokuiku #makanan