Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Apakah Gangguan Makan Dapat Menyebabkan Insomnia? Temukan Penjelasan Lengkap dan Solusinya di Sini

Arsyad Dena Mukhtarom • Rabu, 13 November 2024 | 23:00 WIB
Ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan makan. (Freepik/jcomp)
Ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan makan. (Freepik/jcomp)

JawaPos.com–Kamu mungkin sudah sering mendengar tentang gangguan makan yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Namun, tahukah kamu bahwa masalah ini juga bisa berhubungan dengan kualitas tidurmu?

Banyak orang yang tidak sadar bahwa pola makan yang tidak teratur atau gangguan makan tertentu berpotensi menyebabkan insomnia. Jika kamu merasa kesulitan tidur meski sudah mencoba berbagai cara, bisa jadi ada kaitannya dengan apa yang kamu makan.

Dalam artikel yang dilansir dari healthline pada Rabu (13/11) ini, kita akan membahas lebih dalam tentang apakah gangguan makan dapat menyebabkan insomnia dan bagaimana cara mengatasi masalah ini agar tidurmu lebih nyenyak.

Apakah Gangguan Makan Dapat Menyebabkan Insomnia?

Gangguan makan, seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating disorder (BED), berdampak pada kualitas tidur. Meskipun tidak semua orang dengan gangguan makan akan mengalami insomnia, kedua masalah ini bisa saling memengaruhi dan membentuk siklus yang semakin parah.

  1. Night Eating Syndrome (NES)

Night Eating Syndrome (NES) adalah gangguan makan yang sering terkait dengan insomnia. Penderitanya merasa lapar di malam hari dan percaya bahwa makan bisa mengatasi masalah tidur.

Mereka sering terbangun untuk makan, setidaknya dua kali seminggu, dan biasanya ingat apa yang mereka makan keesokan harinya. Penderita NES bisa mengonsumsi hingga 25 persen atau lebih dari kalori harian mereka pada malam hari. NES biasanya dikaitkan dengan insomnia jenis sleep maintenance (bangun di malam hari dan sulit tidur lagi) serta insomnia sleep onset (kesulitan tidur di waktu tidur).

  1. Binge Eating Disorder (BED)

Binge Eating Disorder (BED) juga diketahui berhubungan dengan gangguan tidur, termasuk insomnia. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan BED melaporkan lebih banyak gejala insomnia dibandingkan dengan orang tanpa gangguan makan tersebut. Hubungan antara BED dan insomnia kemungkinan dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan dan depresi, yang bisa memperburuk kualitas tidur seseorang.

  1. Anoreksia

Anoreksia, yang melibatkan pola makan dengan kalori yang sangat rendah hingga menyebabkan penurunan berat badan ekstrem, dapat menyebabkan masalah tidur. Penurunan gizi yang terjadi pada penderita anoreksia bisa menyebabkan gangguan tidur, termasuk insomnia yang membuat mereka terbangun terlalu pagi.

  1. Bulimia

Pada bulimia, penderita makan dalam jumlah besar (binge) dan kemudian mengeluarkannya kembali (purging). Meskipun bulimia tidak langsung dikaitkan dengan insomnia, gangguan tidur bisa terjadi jika binge makan dilakukan dekat waktu tidur. Hal ini bisa menyebabkan gangguan tidur lain, seperti heartburn, yang tentunya mengganggu kenyamanan tidur.

Dapatkah Insomnia Menyebabkan Gangguan Makan?

Meskipun belum banyak penelitian yang menunjukkan insomnia langsung menyebabkan gangguan makan, ada hipotesis yang menarik. Beberapa peneliti percaya bahwa masalah tidur seperti insomnia dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lapar dan akhirnya makan berlebihan. Gangguan tidur dapat mengganggu cara otak memproses hadiah dan kontrol, yang mungkin memicu rasa lapar berlebihan atau binge eating.

Meskipun gangguan tidur dan gangguan makan tampak tidak saling terkait, keduanya sering kali berhubungan dengan kecemasan dan depresi. Dalam beberapa kasus, insomnia bisa memperburuk gangguan makan, dan sebaliknya, gangguan makan yang tidak terkendali dapat memperburuk insomnia. Ini menciptakan sebuah siklus umpan balik yang saling memperburuk kedua kondisi tersebut.

Mengobati Gangguan Makan dan Insomnia Secara Bersamaan

Mengatasi gangguan makan (ED) dan insomnia memerlukan pendekatan yang multidisipliner. Ini berarti, seseorang bisa mendapatkan perawatan melalui pengobatan, terapi, dan perubahan kebiasaan hidup. Perawatan yang tepat bergantung pada jenis dan tingkat keparahan gangguan makan yang dialami.

Dalam beberapa kasus, perawatan rumah sakit atau rawat inap mungkin diperlukan sebelum melanjutkan ke perawatan rawat jalan. Berikut ini adalah beberapa pendekatan untuk mengatasi kedua kondisi tersebut.

  1. Pengobatan

Obat-obatan resep seperti inhibitor reuptake serotonin (SSRIs) dan obat anti-kecemasan dapat membantu menangani masalah tidur, serta kecemasan dan depresi yang mungkin berkontribusi pada gangguan makan. Misalnya, obat antidepresan trazodon bisa mengatasi gangguan suasana hati sekaligus masalah tidur. Namun, tidak ada obat yang hanya mengobati gangguan makan secara khusus.

- Fluoxetine, yang merupakan antidepresan, disetujui FDA untuk mengobati bulimia. Opsi lainnya termasuk citalopram dan sertraline.

- Olanzapine, obat antipsikotik, terbukti bermanfaat bagi penderita anoreksia nervosa.

- Lisdexamfetamine, stimulan yang digunakan untuk mengobati ADHD, disetujui FDA untuk mengobati gangguan makan binge (BED) sedang hingga berat.

Obat pengobatan insomnia termasuk sedatif, tranqualizer, dan obat anti-kecemasan. Berbagai suplemen juga dapat membantu mengatasi insomnia, tetapi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencobanya.

  1. Terapi

Terapi, baik secara individu maupun dalam kelompok, dapat membantu mengatasi penyebab mendasar dari gangguan makan. Beberapa jenis terapi yang dapat membantu orang dengan ED dan insomnia (serta kecemasan dan depresi yang menyertainya) termasuk terapi perilaku kognitif (CBT), psikoterapi interpersonal, terapi keluarga, terapi perilaku dialektik, terapi penerimaan dan komitmen, terapi kognitif remediasi, serta terapi seni. Ada juga terapis yang khusus menangani orang dengan gangguan makan atau perilaku adiktif.

  1. Perubahan Gaya Hidup

Mengelola stres adalah bagian penting dari pemulihan dan terbukti efektif dalam penelitian. Kegiatan seperti meditasi, yoga, pernapasan dalam, dan kebiasaan tidur yang baik dapat membantu mengatasi kecemasan dan depresi yang memperburuk gangguan makan dan insomnia.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#makan #kesehatan #tidur #insomnia