JawaPos.com–Insomnia pada remaja bukan hanya masalah tidur yang sepele. Jika kamu merasa sulit tidur meski tubuh lelah, atau terbangun di tengah malam tanpa bisa tidur kembali, kamu mungkin sedang menghadapi gejala insomnia.
Masalah ini lebih sering terjadi dari yang kita kira, dan seringkali tidak disadari sebagai masalah serius. Penyebab insomnia pada remaja sangat beragam, mulai dari stres sekolah hingga pola tidur yang tidak teratur.
Dilansir dari Healthline pada Rabu (13/11), berikut adalah penjelasan mengenai penyebab insomnia pada remaja.
Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan Remaja?
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), remaja berusia 13 hingga 18 tahun membutuhkan tidur sekitar 8 hingga 10 jam setiap hari. Tidur yang cukup sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang fisik dan mental. Namun, banyak remaja yang kesulitan mencapainya, akibat berbagai faktor, termasuk kebiasaan tidur yang buruk.
Gejala Insomnia pada Remaja
Kamu pernah merasa lelah tapi tidur tetap tak nyenyak? Itu bisa jadi gejala insomnia yang sering dialami oleh remaja. Insomnia pada usia 13 hingga 18 tahun bisa muncul dengan beberapa tanda yang seringkali tidak disadari.
Di antaranya merasa sangat lelah, tetapi begitu berbaring di tempat tidur, malah terjaga. Sulit untuk tidur meski sudah mencoba berbaring lama, terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk tidur Kembali, mencari alasan untuk menunda tidur, seperti bermain ponsel atau menonton TV.
Selain itu, bangun pagi terasa berat, dan rasanya tidak segar sama sekali, keinginan untuk tidur siang sering muncul, karena tubuh merasa kekurangan energi. Kamu juga merasa sulit berkonsentrasi atau sering lupa akan hal-hal kecil.
Penyebab Insomnia pada Remaja
Insomnia pada remaja bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang saling terkait. Salah satunya adalah perubahan alami dalam struktur tidur dan ritme sirkadian tubuh. Remaja, terutama yang berusia 13 hingga 16 tahun, cenderung tidur lebih larut dan bangun lebih siang. Ini merupakan fase perkembangan tubuh mereka yang alami, tetapi dapat memperburuk masalah tidur jika tidak dikelola dengan baik.
Selain itu, kebiasaan menggunakan ponsel, menonton TV, atau bermain video game seringkali membuat remaja terjaga lebih lama. Paparan cahaya biru dari layar gadget juga dapat mengganggu proses tidur alami. Terlebih lagi, jam sekolah yang dimulai lebih pagi sering kali memaksa mereka untuk tidur lebih larut, menambah tumpukan utang tidur yang sulit terbayar.
Stres dari sekolah, ujian, atau hubungan sosial juga menjadi pemicu utama insomnia pada remaja. Beberapa kondisi medis, seperti sleep apnea, juga dapat memengaruhi kualitas tidur mereka. Semua faktor ini bisa membuat remaja merasa terjaga dan kelelahan sepanjang hari.
Cara Mengatasi Insomnia pada Remaja
Mengatasi insomnia pada remaja memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Beberapa langkah berikut ini dapat membantu memperbaiki kualitas tidur mereka.
- Hindari Kafein di Sore dan Malam Hari
Konsumsi kafein, baik dari kopi, teh, atau minuman berenergi, bisa mengganggu tidur. Sebaiknya hindari kafein beberapa jam sebelum tidur.
- Tetapkan Waktu Tidur yang Konsisten
Mengatur waktu tidur yang tetap dan mengikuti rutinitas tidur yang konsisten sangat penting. Hal ini membantu tubuh menyesuaikan ritme tidur yang sehat.
- Batasi Penggunaan Teknologi
Menonton TV atau menggunakan ponsel dan komputer sebelum tidur bisa mengganggu produksi melatonin, hormon tidur alami. Batasi penggunaan perangkat elektronik minimal satu jam sebelum tidur.
- Lakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari
Olahraga ringan, seperti jalan kaki atau bersepeda, dapat meningkatkan kualitas tidur. Pastikan aktivitas fisik dilakukan di siang hari, agar tidak mengganggu tidur malam.
- Bicara dengan Terapis Berlisensi
Jika stres atau kecemasan mengganggu tidur remaja, berbicara dengan seorang terapis dapat membantu mereka mengelola perasaan dan stres dengan lebih baik.
- Atasi Masalah Kesehatan
Jika insomnia disebabkan oleh masalah medis, seperti sleep apnea, penting untuk mengatasi penyebab utama tersebut dengan bantuan dokter.
Jika insomnia berlanjut dan mempengaruhi kualitas hidup remaja, seorang dokter dapat meresepkan obat tidur untuk membantu mengatur pola tidur mereka. Namun, ini biasanya menjadi pilihan terakhir setelah langkah-langkah lain dicoba.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah