Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Sedang Berusaha Menurunkan Berat Badan? Simak 15 Kesalahan yang Sering Membuat Proses Diet Anda Terhambat

Arsyad Dena Mukhtarom • Selasa, 12 November 2024 | 21:58 WIB

Seseorang yang sedang mengukur lingkar pinggang
Seseorang yang sedang mengukur lingkar pinggang
JawaPos.com - Sedang berusaha menurunkan berat badan? Proses diet sering kali terasa penuh tantangan, apalagi jika hasil yang diinginkan belum juga terlihat. Padahal, ada beberapa hal sederhana yang bisa jadi penghambat besar tanpa kamu sadari. Kesalahan ketika diet sering kali terjadi, dan kadang-kadang itu justru yang membuat usaha kamu terasa sia-sia.

Jangan khawatir, kamu tidak sendirian! Banyak orang mengalami hal serupa, bahkan para ahli diet pun mengingatkan bahwa kesalahan-kesalahan kecil ini sering kali terlewatkan. Dilansir dari Healthline pada Selasa (12/11), inilah 15 kesalahan yang mungkin kamu lakukan saat sedang diet.
 
1. Fokus Hanya pada Timbangan

Kamu mungkin merasa proses dietmu berjalan lambat, meski sudah berusaha menjalani gaya hidup sehat. Tetapi, ingatlah bahwa angka pada timbangan hanyalah salah satu ukuran dari perubahan berat badan. 
 
Berat badan bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti fluktuasi cairan dan sisa makanan dalam tubuh. Bahkan, berat badan bisa berubah 1-2 kilogram dalam beberapa hari karena perubahan cairan tubuh, terutama jika kamu banyak mengonsumsi makanan atau minuman.

Selain itu, perubahan hormon juga bisa membuat wanita lebih mudah menahan cairan, yang terlihat pada angka di timbangan. Jadi, jika timbangan tidak bergerak, bisa jadi kamu sedang kehilangan lemak tapi menahan air, atau malah membangun otot. 
 
Jika kamu merasa pakaian mulai longgar meski berat badan tetap sama, itu tanda kamu sedang berhasil. Coba ukur lingkar pinggang dan ambil foto bulanan sebagai pengganti patokan timbangan!

2. Mengonsumsi Kalori Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit

Untuk menurunkan berat badan, kamu memang perlu defisit kalori, artinya kamu harus membakar lebih banyak kalori dari yang dikonsumsi. Namun, mengurangi kalori terlalu drastis atau sebaliknya, justru bisa membuat proses diet jadi tidak efektif. 
 
Terkadang, kita merasa sudah mengonsumsi sedikit kalori, padahal estimasi kalori yang kita hitung bisa jadi kurang tepat. Makanan sehat seperti kacang atau ikan memang bergizi, tetapi juga tinggi kalori, jadi penting untuk menjaga porsi.

Sebaliknya, jika kamu terlalu sedikit makan, metabolisme tubuh bisa melambat dan kamu justru bisa kehilangan massa otot. Diet rendah kalori yang berlebihan malah bisa memperlambat proses penurunan berat badan dalam jangka panjang. Jadi, penting untuk menemukan keseimbangan yang tepat agar tubuh tetap sehat dan proses diet berjalan lancar.

Baca Juga: 13 Jenis Sayuran Hijau Bernutrisi Tinggi untuk Menjaga Kesehatan Mental, Fisik, dan Kekebalan Tubuh


3. Tidak Berolahraga atau Terlalu Banyak Berolahraga

Saat kamu sedang menurunkan berat badan, kamu pasti kehilangan sebagian massa otot bersama lemak, meskipun jumlahnya bervariasi tergantung pada beberapa faktor. Jika kamu tidak berolahraga saat mengurangi kalori, tubuh bisa kehilangan lebih banyak massa otot, yang akan mengurangi laju metabolisme. Namun, berolahraga dengan rutin justru bisa membantu kamu mempertahankan otot, meningkatkan pembakaran lemak, dan mencegah metabolisme melambat.

Tapi, jangan berlebihan juga. Olahraga yang terlalu intens bisa menyebabkan stres berlebih pada tubuh dan berdampak buruk pada keseimbangan hormon. Alih-alih berfokus pada olahraga ekstrem, cukup lakukan latihan angkat beban dan kardio beberapa kali seminggu untuk menjaga metabolisme tetap tinggi dan mendukung penurunan berat badan yang sehat.

4. Tidak Melakukan Angkat Beban

Lifting weights atau latihan kekuatan sangat bermanfaat dalam proses penurunan berat badan. Melakukan latihan beban dapat meningkatkan massa otot dan mempercepat metabolisme tubuh. 
 
Selain itu, latihan ini juga memperbaiki kekuatan tubuh secara keseluruhan dan membantu mengurangi lemak perut. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 4.700 orang dengan obesitas, kombinasi antara latihan aerobik dan angkat beban terbukti sebagai strategi terbaik untuk mengurangi lemak tubuh.

Jadi, jangan hanya fokus pada kardio saja! Melakukan latihan beban secara teratur bisa membantu kamu mencapai hasil yang lebih maksimal dalam diet.

5. Memilih Makanan Rendah Lemak atau Diet

Banyak orang berpikir bahwa makanan rendah lemak atau produk "diet" adalah pilihan sehat untuk menurunkan berat badan. Padahal, produk-produk ini sering kali mengandung banyak gula tambahan agar rasanya lebih enak. 
 
Misalnya, yogurt rendah lemak bisa mengandung lebih dari 20 gram gula dalam satu kemasan! Gula tambahan yang berlebihan justru bisa menghambat proses dietmu, karena meningkatkan kalori yang kamu konsumsi tanpa disadari.

Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang lebih alami dan minim olahan, seperti buah dan sayuran yang rendah lemak tetapi kaya akan nutrisi. Dengan memilih makanan yang lebih padat gizi, kamu tidak hanya mendukung penurunan berat badan, tetapi juga menjaga tubuh tetap sehat dan bertenaga.

6. Menganggap Terlalu Banyak Kalori Terbakar Saat Berolahraga

Banyak orang berpikir bahwa olahraga bisa "meningkatkan" metabolisme mereka dengan cepat. Memang, olahraga bisa sedikit meningkatkan laju metabolisme, namun efeknya mungkin tidak sebanyak yang kamu bayangkan.
 
Studi menunjukkan bahwa baik orang dengan berat badan normal maupun yang kelebihan berat badan sering kali memperkirakan kalori yang terbakar selama olahraga lebih banyak dari kenyataannya, bahkan dengan perbedaan yang signifikan.

Tak jarang, kita juga berlebihan dalam menilai tingkat aktivitas fisik kita. Dalam sebuah studi, hampir 30% peserta melaporkan tingkat aktivitas fisik mereka lebih tinggi dari kenyataan. 
 
Meski begitu, olahraga tetap penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan bisa membantu penurunan berat badan. Penting untuk menyadari berapa banyak kalori yang terbakar selama olahraga, agar kamu bisa menyesuaikan pola makan dengan lebih tepat.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu Apa Peran dan Fungsi Tidur Bagi Kesehatan Kita Sehari-hari, Ini Penjelasannya
 
7. Tidak Cukup Mengonsumsi Protein

Jika kamu sedang berusaha menurunkan berat badan, memastikan asupan protein yang cukup sangatlah penting. Protein tidak hanya membantu mengurangi rasa lapar, tetapi juga meningkatkan rasa kenyang dan membantu menjaga massa otot selama diet. 
 
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi protein dapat meningkatkan metabolisme, mengurangi nafsu makan, dan membantu mencegah kenaikan berat badan setelah diet. Cobalah untuk memasukkan sumber protein berkualitas dalam setiap makananmu. 
 
Tidak hanya daging atau produk susu, sumber protein seperti kacang-kacangan, biji-bijian, quinoa, dan flaxseeds juga merupakan pilihan yang terjangkau dan kaya manfaat. Dengan begitu, kamu akan merasa kenyang lebih lama dan dietmu pun lebih efektif.

8. Tidak Cukup Mengonsumsi Serat
Serat adalah salah satu elemen penting dalam diet yang sering terlupakan, padahal serat bisa membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan pencernaan. Salah satu jenis serat, yaitu serat viskos, mampu menyerap air dan membentuk gel yang membuatmu merasa kenyang lebih lama. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa serat viskos dapat mengurangi berat badan dan lingkar pinggang, bahkan tanpa harus mengurangi kalori secara drastis.

Selain itu, serat juga berperan dalam mengatur mikroba usus dan menghasilkan hormon yang membantu mengontrol rasa lapar. Jadi, pastikan dietmu kaya akan serat dari buah, sayuran, dan biji-bijian untuk mendukung penurunan berat badan dan menjaga pencernaan tetap lancar.

9. Mengonsumsi Terlalu Banyak Lemak pada Diet Rendah Karbohidrat
Diet ketogenik atau rendah karbohidrat sering kali efektif bagi sebagian orang untuk menurunkan berat badan. Diet-diet ini dapat mengurangi nafsu makan, yang akhirnya mengurangi asupan kalori. 
 
Namun, banyak diet rendah karbohidrat dan ketogenik yang membolehkan konsumsi lemak dalam jumlah tak terbatas, dengan anggapan bahwa penurunan nafsu makan akan menjaga asupan kalori tetap rendah.

Namun, bagi sebagian orang, tubuh mungkin tidak merespons dengan cukup kuat untuk menghentikan mereka makan terlalu banyak. Akibatnya, kalori yang masuk bisa terlalu banyak untuk mencapai defisit kalori yang diperlukan. 
 
Jika kamu merasa berat badanmu tidak turun meski mengonsumsi makanan tinggi lemak, coba kurangi porsi lemak dalam dietmu untuk mendukung proses penurunan berat badan.

10. Makan Terlalu Sering, Meski Tidak Lapar
Pernah mendengar saran untuk makan setiap beberapa jam agar metabolisme tetap berjalan? Meskipun saran ini banyak beredar, terlalu sering makan bisa membuatmu mengonsumsi lebih banyak kalori dari yang sebenarnya dibutuhkan tubuh. Bahkan, kamu mungkin merasa tidak pernah kenyang sepenuhnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan hanya dua atau tiga kali sehari, tanpa camilan, bisa menurunkan peradangan dan mengurangi risiko penambahan berat badan. Bahkan, saran untuk sarapan pagi setiap hari, terlepas dari rasa lapar, ternyata bisa berbalik merugikan. 
 
Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang tidak biasa sarapan dan dipaksa untuk sarapan lebih awal malah mengonsumsi lebih banyak kalori dan mengalami kenaikan berat badan. Jadi, cobalah makan hanya saat kamu benar-benar lapar untuk membantu proses penurunan berat badan.

11. Memiliki Ekspektasi yang Tidak Realistis
Menetapkan tujuan penurunan berat badan memang bisa memotivasi, tetapi seringkali kita membuat ekspektasi yang tidak realistis, yang malah bisa merugikan. Banyak orang berharap bisa menurunkan lebih dari 10% berat badan mereka dalam waktu singkat, yang sebenarnya sulit tercapai secara sehat. Salah satu studi bahkan menyebutkan bahwa harapan yang terlalu tinggi justru berkaitan dengan rasa ketidakpuasan dan tantangan besar dalam menjaga penurunan berat badan.

Jika kamu menetapkan tujuan penurunan berat badan, lebih baik fokus pada pencapaian yang realistis, seperti penurunan 5% atau 10% dalam berat badan dengan kecepatan 0,5 hingga 1 kg per minggu. Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah mencapai tujuan tersebut dan menurunkan berat badan secara sehat.

12. Tidak Mencatat Apa yang Kamu Makan
Mengonsumsi makanan bergizi memang baik untuk kesehatan, namun bisa jadi kamu tidak menyadari berapa banyak kalori yang sebenarnya kamu konsumsi. Selain itu, kamu mungkin belum cukup memenuhi kebutuhan protein, serat, karbohidrat, dan lemak yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung usaha penurunan berat badanmu.

Penelitian menunjukkan bahwa mencatat apa yang kamu makan bisa memberikan gambaran yang lebih akurat tentang asupan kalori dan nutrisi. Salah satu studi bahkan menemukan bahwa orang yang mencatat makanan mereka setiap hari kehilangan 0,63% lebih banyak berat badan per bulan dibandingkan mereka yang hanya mencatat sekali sebulan. Jadi, jangan lupa untuk melacak asupanmu agar lebih terkontrol!

13. Mengonsumsi Minuman Manis
Banyak orang yang memotong konsumsi minuman manis seperti soda untuk menurunkan berat badan. Itu memang langkah yang tepat. Namun, menggantinya dengan jus buah tidak selalu lebih baik. Bahkan jus buah 100% mengandung banyak gula yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serupa dengan minuman manis lainnya.

Misalnya, 12 ons jus apel mengandung lebih banyak gula daripada 12 ons cola. Gula dalam minuman cair tidak memberikan efek kenyang yang sama seperti makanan padat, yang bisa membuatmu tetap lapar dan berisiko mengonsumsi lebih banyak kalori seharian. Jadi, cobalah untuk mengurangi konsumsi minuman manis, termasuk jus buah, untuk mendukung penurunan berat badan.

14. Tidak Membaca Label Makanan

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah tidak membaca atau salah mengartikan label makanan. Banyak produk yang tampak sehat hanya berdasarkan klaim di kemasan, padahal kenyataannya bisa sangat berbeda. Misleading labels atau label yang menyesatkan seringkali membuat kita mengira suatu produk lebih sehat dari yang sebenarnya.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat tentang makanan yang kamu konsumsi, pastikan untuk memeriksa daftar bahan dan label nutrisi yang ada di belakang kemasan. Ini adalah cara terbaik untuk menghindari kalori dan bahan-bahan yang tidak kamu inginkan dalam dietmu.

15. Tidak Mengonsumsi Makanan Utuh

Makanan olahan sering kali menjadi hambatan utama dalam usaha penurunan berat badan. Meskipun praktis, makanan yang diproses memiliki dampak negatif bagi kesehatan, bahkan dapat meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan lainnya. Ini karena makanan olahan bisa mengganggu kesehatan pencernaan dan menyebabkan peradangan dalam tubuh.

Sebaliknya, makanan utuh dan alami lebih sulit untuk dimakan berlebihan karena sifatnya yang memuaskan lebih lama. Untuk itu, pilihlah makanan yang minim proses dan terdiri dari satu bahan saja. Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah mengontrol porsi makan dan mendukung upaya penurunan berat badanmu.
 
Baca Juga: 5 Langkah Membangun Self Respect: Fondasi Penting Bagi Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Hidup
Editor : Candra Mega Sari
#diet #kesalahan diet