Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pola Makan Sehat untuk Pengidap Hipertensi, 10 Makanan yang Harus Dihindari

Siti Nahdia Usman • Kamis, 7 November 2024 | 18:23 WIB
Ilustrasi orang tua sedang memeriksa tekanan darah. (Freepik/lifestylememory)
Ilustrasi orang tua sedang memeriksa tekanan darah. (Freepik/lifestylememory)

JawaPos.com–Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah masalah kesehatan yang semakin meluas dan memengaruhi lebih dari 1,3 miliar orang di seluruh dunia. Hipertensi merupakan faktor utama penyebab penyakit kardiovaskular termasuk stroke dan penyakit ginjal kronis.

Diet sangat bermanfaat bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi. Meskipun aktivitas fisik dan pengelolaan berat badan sangat penting dalam mengelola hipertensi, diet juga masih diperlukan. Oleh karena itu, bagi seseorang yang mengidap hipertensi, disarankan untuk membatasi konsumsi makanannya. Hal ini karena beberapa jenis makanan dapat memperburuk kondisi ini.

Dilansir dari situs Health.com, berikut adalah beberapa jenis diet melalui makanan yang harus dilakukan oleh pengidap hipertensi.

  1. Makanan yang Mengandung Garam

Salah satu diet terpenting untuk mengelola tekanan darah tinggi adalah mengurangi asupan natrium. Garam berlebih dapat menyebabkan tubuh menahan cairan sehingga meningkatkan volume darah dan memberi tekanan tambahan pada dinding arteri. Tekanan ini dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Makanan yang harus dihindari: daging olahan, sup kalengan, camilan kemasan, bumbu masakan instan, pizza, burger, dan taco.

  1. Makanan dengan Lemak Jenuh

Lemak jenuh diketahui meningkatkan risiko hipertensi. Lemak ini dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri sehingga mempersempit dan membatasi aliran darah. Penyempitan ini membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan darah.

Makanan yang harus dibatasi: daging berlemak, makanan gorengan, produk susu full-fat, saus berbasis krim, dan daging olahan.

  1. Makanan Tinggi Gula Tambahan

Konsumsi gula tambahan dapat menyebabkan penambahan berat badan dan resistensi insulin, keduanya dapat meningkatkan tekanan darah tinggi. Konsumsi gula jangka panjang juga meningkatkan lemak perut, yang merupakan salah satu faktor utama penyebab hipertensi.

Makanan yang harus dihindari: yogurt manis, sirup, kue untuk sarapan, permen, dan buah kalengan yang dikemas dengan sirup.

  1. Minuman Manis

Minuman yang mengandung gula memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Minuman manis ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan resistensi insulin sehingga memperburuk risiko terkena hipertensi. Minuman manis juga menyebabkan lonjakan gula darah yang signifikan sehingga berdampak buruk pada kesehatan pembuluh darah.

Minuman yang harus dihindari: soda, minuman kopi manis, minuman energi, teh manis, dan minuman kalengan berpemanis lainnya.

  1. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Mengonsumsi alkohol terutama dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi, penambahan berat badan, dan kontraksi dengan obat-obatan yang memengaruhi tekanan darah.

Minuman beralkohol yang harus dibatasi: bir, anggur, koktail, dan minuman beralkohol lainnya.

  1. Makanan Beku Tertentu

Meskipun praktis, banyak sekali makanan beku yang mengandung tingkat natrium dan lemak dengan kadar yang tinggi, yang mana kandungan ini dapat memengaruhi hipertensi.

Makanan beku yang harus dihindari: pizza beku, pai daging beku, kentang goreng beku, sosis sarapan beku, dan makanan beku lainnya.

  1. Makanan Tinggi Kolesterol

Makanan yang kaya kolesterol dapat berdampak negatif pada tekanan darah, dan dapat berpengaruh pada aterosklerosis (penumpukan plak yang menyempitkan dan mengeraskan arteri). Makanan dengan kolesterol tinggi juga dapat meningkatkan risiko hipertensi seiring waktu.

Makanan yang harus dibatasi: ayam goreng, mentega, bacon, sosis, daging sapi, dan makanan laut.

  1. Makanan Cepat Saji Tinggi Lemak

Makanan cepat saji umumnya mengandung banyak lemak tidak sehat, natrium, dan kalori, yang semuanya dapat berdampak negatif pada tekanan darah. Makanan ini memicu penambahan berat badan, meningkatkan kadar kolesterol, dan menimbulkan peradangan dalam tubuh.

Makanan cepat saji yang harus dihindari: hamburger, kentang goreng, pizza, sandwich ikan goreng, dan ayam goreng.

  1. Bumbu Masakan Tertentu

Bumbu masakan sering kali mengandung tingkat natrium yang tinggi sehingga memengaruhi tekanan darah tinggi. Konsumsi natrium berlebih dapat menyebabkan tubuh menahan cairan, meningkatkan volume darah, dan memberi tekanan pada arteri. Banyak bumbu masakan juga mengandung gula tambahan sehingga dapat memengaruhi penambahan berat badan dan kontrol gula darah.

Bumbu yang harus dibatasi: saus sambal, saus tomat, saus barbekyu, saus salad krim, kecap, dan saus teriyaki.

  1. Camilan Olahan atau Kemasan

Camilan olahan biasanya mengandung natrium, gula tambahan, dan lemak tidak sehat yang tinggi. Camilan kemasan dirancang untuk memiliki daya simpan jangka panjang, sehingga sering mengandung natrium sebagai bahan pengawet.

Camilan yang harus dihindari: keripik kentang, campuran camilan, kue kemasan, permen, dan pretzel.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#lemak #garam #darah tinggi #gula #jantung #stroke #diet #hipertensi