Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Menurut Psikolog, Inilah 11 Indikasi Anda Mengasuh Pasangan, Cari Tahu Dampaknya Sekarang Juga

Arsyad Dena Mukhtarom • Rabu, 18 September 2024 | 23:53 WIB

 

Ilustrasi perempuan bersama pasangan. (freepik)
Ilustrasi perempuan bersama pasangan. (freepik)

JawaPos.com–Anda mungkin pernah merasa seolah harus mengambil alih peran sebagai pengasuh pasangan. Menjadi sosok yang selalu siap memecahkan masalah, memberikan nasihat, dan mengatur segala sesuatu. 

Penting untuk memahami apakah sebenarnya sedang mengasuh pasangan. Biasanya, tanda-tanda ini muncul ketika merasa harus terus-menerus menyelamatkan pasangan dari masalah atau merasa seperti satu-satunya yang memegang kendali.

Dilansir dari parade.com, inilah penjelasan dampak dan indikasi dari hubungan yang membuat berperan sebagai pengasuh.

Dampak Menjadi Pengasuh Pasangan

Mengasuh pasangan berarti memperlakukan mereka seperti anak kecil dalam hubungan. Dr. Lee Phillips menjelaskan, itu melibatkan perilaku seperti menuntut atau merasa superior terhadap pasangan karena mereka dianggap tidak memenuhi standar. 

Anda mungkin sering merasa perlu mengurus segala sesuatu untuk pasangan, seperti memberikan uang saku atau terus-menerus mengingatkan mereka untuk melakukan hal-hal tertentu. Mengasuh pasangan dalam hubungan tidaklah sehat. 

Dr. Lee menambahkan bahwa dinamis ini juga menantang bagi pasangan yang merasa diperlakukan seperti anak. Pasangan dewasa tidak ingin diperlakukan seperti anak-anak, sehingga merasa frustrasi dan tertekan.

Indikasi Anda Mengasuh Pasangan

  1. Terus Menjadi Pengingat

Jika terus-menerus mengingatkan pasangan untuk tidak meninggalkan piring kotor atau membuang sampah, ini bisa menjadi tanda masalah. Tindakan ini, menurut Dr. Goldman, sering dianggap sebagai mengomel atau bahkan terlalu kritis.

Dr. Goldman menambahkan, terus-menerus meminta mereka untuk melakukan sesuatu justru dapat membuat pasangan kehilangan motivasi. Mereka bisa merasa tidak ada yang pernah cukup baik di mata kamu, dan akhirnya enggan menyelesaikan tugas-tugas ke depannya.

  1. Mulai Menarik Diri

Anda mungkin merasa sedang duduk di sebelah pasangan, tetapi rasanya seperti ada jarak yang besar di antara kalian. Jika perasaan ini muncul bersamaan dengan keyakinan bahwa kamu lebih seperti orang tua daripada pasangan, ini adalah tanda peringatan.

Dr. Lee menjelaskan, perasaan jarak ini bisa muncul karena merasa pasangan tidak memenuhi standar yang kamu tetapkan. Akibatnya, Anda bisa menghabiskan malam di sofa, masing-masing sibuk dengan ponsel, tanpa berbicara satu sama lain.

  1. Bertekad Mengubah Pasangan

Dalam hubungan, orang sering berubah, tetapi perubahan itu harus datang dari keinginan pribadi. Ada perbedaan besar antara berkembang bersama pasangan dan mencoba melatih pasangan untuk menghilangkan kebiasaan yang mengganggu.

Dr. Zeiderman menegaskan bahwa kita tidak bisa mengubah orang lain, hanya diri sendiri. Dalam hubungan, tugas kamu bukanlah untuk membentuk atau mendidik pasangan menjadi versi yang lebih baik dari diri mereka sendiri.

  1. Melakukan Tugas Mudah untuk Pasangan

Jika sering menyelesaikan tugas-tugas sederhana yang sebenarnya bisa dilakukan pasangan, ini bisa menjadi tanda peringatan. Dr. Goldman menegaskan bahwa mengambil alih tugas seperti membuat janji dokter atau memilih pakaian untuk acara kerja pasangan bisa menjadi masalah.

Hal ini membuat pasangan merasa seolah-olah mereka tidak mampu menyelesaikan tugas tersebut sendiri. Tindakan ini juga bisa menyiratkan kurangnya rasa hormat yang, seiring waktu, bisa memperburuk hubungan kalian.

  1. Sering Bertengkar

Hubungan dengan dinamika seperti orang tua dan anak bisa terasa sangat tegang, dan ini sering memicu lebih banyak pertengkaran. Ketika salah satu pihak merasa seperti orang tua, sementara yang lain seperti anak, kebutuhan kedua belah pihak mungkin tidak terpenuhi.

Dr. Lee mengatakan bahwa dinamika ini membuka lebih banyak peluang untuk konflik. Akibatnya, sering perdebatan dan bentrokan verbal semakin meningkat karena ketidakseimbangan ini.

  1. Aspek Lain dalam Hidupmu Terganggu

Bukan hanya hubungan dengan pasangan yang akan terkena dampak. Dr. Lee memperingatkan bahwa dinamika seperti orang tua dan anak dalam hubungan romantis bisa memengaruhi aspek lain dari hidupmu.

Konflik yang terjadi dalam hubungan dapat merembet ke area lain, seperti pekerjaan atau hubungan dengan orang lain. Ketika hubungan menjadi tegang, kamu mungkin mengalami stres di tempat kerja, kurang produktif, dan bahkan bertengkar lebih sering dengan teman atau keluarga.

  1. Kesehatan Mental Terganggu

Dinamika hubungan seperti orang tua dan anak bisa memengaruhi kesehatan mental. Dr. Lee menjelaskan bahwa ini bisa memicu tanda-tanda depresi dan kecemasan. Gejala depresi yang mungkin muncul antara lain peningkatan nafsu makan, insomnia, mudah tersinggung, dan perasaan sedih yang berkepanjangan.

Sementara itu, tanda-tanda kecemasan mencakup rasa khawatir berlebihan, perubahan nafsu makan, iritabilitas, dan serangan panik. Jika kamu merasakan gejala-gejala ini, penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental untuk memahami dan mengatasinya.

  1. Meremehkan Pasangan

Jika kamu sering berbicara dengan nada meremehkan atau menggurui pasangan, ini adalah tanda bahwa kamu sedang mengasuh mereka. Dr. Goldman menjelaskan bahwa perilaku ini bisa disebabkan oleh keinginan untuk mengontrol situasi atau keyakinan bahwa cara lebih baik.

Contohnya termasuk memperbaiki perilaku pasangan atau mengkritik cara mereka melipat pakaian yang menurutmu salah atau tidak cukup baik. Sikap ini bisa merusak kepercayaan diri pasangan dan membuat hubungan terasa tidak seimbang.

  1. Membuat Semua Keputusan

Jika setiap keputusan dalam hubungan sepenuhnya ditentukan olehmu, ini menunjukkan ketidakseimbangan. Dr. Lee menjelaskan bahwa ketika kamu memutuskan segala hal, mulai dari apa yang akan dimakan hingga bagaimana pasangan harus bertindak di depan orang lain, maka hubungan tersebut kehilangan keseimbangan.

Dr. Goldman menambahkan bahwa perilaku ini bisa membuat pasangan merasa suaranya tidak dihargai, dan hal ini menegaskan bahwa kalian tidak diperlakukan sebagai mitra yang setara.

  1. Kehilangan Gairah Seksual

Jika kamu merasakan adanya jeda dalam hubungan seksual dan melihat tanda-tanda lain bahwa kamu sedang mengasuh pasangan, ini bisa menjadi salah satu indikasinya. Dr. Lee menjelaskan bahwa setiap hubungan pasti mengalami pasang surut dalam hal hasrat seksual.

Namun, dalam hubungan yang memiliki dinamika orang tua-anak, aktivitas seksual bisa benar-benar berhenti. Hal ini disebabkan karena keduanya sudah merasa terputus secara emosional, sehingga gairah pun hilang.

  1. Perselingkuhan

Dalam hubungan dengan dinamika seperti orang tua dan anak, rumput di luar hubungan mungkin terlihat lebih hijau bagi kedua belah pihak. Dr. Lee mengungkapkan bahwa dinamika yang tidak sehat ini bisa memicu perselingkuhan atau setidaknya memunculkan pikiran untuk berselingkuh.

Hal ini terjadi karena salah satu atau kedua pihak mendambakan hubungan yang setara, sesuatu yang tidak mereka temukan dalam hubungan saat ini.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#psikologi #mental #pasangan