Disperdagin Cirebon: Ekspor Produk Daerah Tembus 285,51 Juta Dolar AS

Antara • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:15 WIB
 
Aktivitas salah satu pabrik furnitur rotan di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Aktivitas salah satu pabrik furnitur rotan di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat nilai ekspor produk daerah tembus di angka 285,51 juta dolar AS selama Januari-September 2026. Komoditas sepatu menjadi penyumbang terbesar. 

“Realisasinya sudah tembus di angka tersebut, berdasarkan rekapitulasi nilai ekspor gabungan hingga September 2026,” kata Kepala Bidang Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok dan Penting Disperdagin Kabupaten Cirebon Peni Sigiarsih dilansir dari Antara.

Berdasar data, kata dia, ekspor sepatu mencapai 89,50 juta dolar AS atau berkontribusi 31,35 persen terhadap total nilai ekspor Kabupaten Cirebon selama sembilan bulan pertama 2026.

Baca Juga: Pemkab Cirebon Hadirkan Kampung Literasi Berbasis Keterampilan Warga

Dia menjelaskan, produk asal Kabupaten Cirebon telah dipasarkan ke berbagai negara di kawasan Amerika, Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika, sehingga menjangkau pasar internasional yang tersebar di sejumlah kawasan.

Menurut dia, pemerintah daerah mencatat data ekspor berdasar komoditas sebagai bahan untuk melihat perkembangan perdagangan luar negeri serta kontribusi produk daerah terhadap nilai ekspor secara keseluruhan.

“Pemantauan tersebut dapat menjadi dasar evaluasi dalam mengenali peluang pasar dan menentukan komoditas yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan perdagangan daerah,” terang Peni Sigiarsih.

Baca Juga: Pemkab Majalengka Pastikan GPM Bantu Warga Hemat Belanja Pangan

Dia mengemukakan perluasan pemasaran produk lokal dapat dilakukan melalui promosi perdagangan, keikutsertaan dalam pameran, serta penjajakan kerja sama dengan calon pembeli di negara tujuan ekspor.

Selain pemasaran, lanjut dia, kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi permintaan pasar juga menjadi aspek penting.

Terutama terkait konsistensi mutu, kapasitas produksi, ketepatan pengiriman, dan pemenuhan persyaratan ekspor.

Dia menjelaskan informasi mengenai kebutuhan konsumen di negara tujuan, dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menyesuaikan spesifikasi produk dengan standar dan permintaan pasar internasional.

Peni menambahkan, koordinasi pemerintah daerah dengan pelaku usaha dan eksportir juga diperlukan untuk mengidentifikasi kendala pemasaran maupun distribusi yang berpotensi memengaruhi kelancaran perdagangan luar negeri.

“Dengan jangkauan pasar yang tersebar di berbagai kawasan, produk asal Kabupaten Cirebon memiliki peluang untuk terus dipasarkan melalui penyesuaian strategi perdagangan dengan kebutuhan negara tujuan,” ujar Peni Sigiarsih. 

Baca Juga: Kejati Jabar Tahan 2 Tersangka Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
cirebon disperdagin ekspor sepatu