Pemkab Cirebon Hadirkan Kampung Literasi Berbasis Keterampilan Warga

Antara • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:06 WIB
 
Bupati Cirebon Imron (tengah). (Fathnur Rohman/Antara)
Bupati Cirebon Imron (tengah). (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadirkan Kampung Literasi di Desa Cibogo, Kecamatan Waled.

Program itu sebagai ruang belajar masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas dan produktivitas melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Bupati Cirebon Imron mengatakan, budaya membaca perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Pemkab Majalengka Pastikan GPM Bantu Warga Hemat Belanja Pangan

"Agar masyarakat mampu mengenali potensi lingkungan dan memanfaatkannya untuk kegiatan produktif," papar Imron.

Menurut dia, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan literasi dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan mereka.

“Kami menghadirkan kampung literasi ini, agar memberikan manfaat. Jadi membaca itu sangat penting. Dari membaca buku, nanti membaca alam. Dari situ kita bisa membaca potensi,” ujar Imron.

Baca Juga: Kejati Jabar Tahan 2 Tersangka Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu

Bupati meminta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon mengembangkan program serupa di wilayah lain.

Diharapkan setiap kecamatan memiliki sedikitnya satu desa yang menjalankan kegiatan literasi secara berkelanjutan.

Imron mengatakan, pembiasaan membaca sejak dini juga diperlukan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM), yang mampu menghadapi tantangan masa depan dan mendukung terwujudnya masyarakat sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon Mohamad Fery Afrudin mengatakan, Kampung Literasi Cibogo mengusung pendekatan inklusi sosial.

Pendekatan itu menghubungkan kegiatan membaca dengan peningkatan keterampilan dan kemandirian warga.

“Pelatihan yang diselenggarakan bersama berbagai pihak meliputi pembuatan ecoprint, pengemasan produk, pemasaran digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta keterampilan merajut untuk membuka kesempatan berkarya dan mengembangkan usaha,” terang Mohamad Fery Afrudin.

Baca Juga: Dinkes Nyatakan Tak Ada Korban Jiwa akibat Keracunan MBG, Para Korban Sudah Mendapat Perawatan

Dia menuturkan, selain keterampilan ekonomi, program tersebut mencakup membaca nyaring, bercerita serta penulisan cerpen dan puisi guna mengembangkan kemampuan berbahasa dan kreativitas masyarakat.

Fery menyampaikan, perpustakaan desa dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan warga, dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta masyarakat dalam pelaksanaan kegiatannya.

Pengembangan Kampung Literasi, kata dia, merupakan kelanjutan dari inisiatif pemerintah desa membangun layanan berbasis teknologi informasi bersama relawan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sejak 2021.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SD di Kota Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit

'Sebelumnya, Desa Cibogo meraih juara kedua penghargaan desa digital tingkat Kabupaten Cirebon pada 2022," ucap Mohamad Fery Afrudin.

"Pengembangan pojok baca kemudian dilakukan dengan dukungan kegiatan mahasiswa hingga desa tersebut meraih juara kedua dalam kegiatan literasi tingkat kabupaten pada 2024," imbuh dia.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
disarpus cirebon kampung literasi