Bulog Cirebon Lanjutkan Penyerapan Gabah Petani hingga Akhir 2026

Antara • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:03 WIB
Ilustrasi sawah siap panen di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi sawah siap panen di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
 

JawaPos.com - Perum Bulog Cabang Cirebon melanjutkan penyerapan gabah petani hingga akhir tahun ini.

Bulog memanfaatkan potensi produksi padi di wilayah kerjanya yang diperkirakan mencapai 108.000 ton pada Oktober 2026.

Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon Abdillah Luhur Nuratmaja mengatakan, potensi produksi di empat wilayah operasionalnya menjadi dasar untuk menjaga pembelian gabah tetap berlangsung meskipun bukan periode panen raya.

Baca Juga: Perluas Kepesertaan JKN, Pemkab Kuningan Perkuat Pendataan Warga

“Selama potensi produksi masih ada dan harga gabah masih bisa dibeli dengan skema Public Service Obligation (PSO), penyerapan akan tetap berjalan sampai akhir tahun,” kata Abdillah Luhur Nuratmaja dilansir dari Antara.

Dia menuturkan, empat wilayah operasional tersebut meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, serta Majalengka dengan pembelian menyesuaikan ketersediaan gabah di setiap daerah.

Hingga 8 Oktober 2026, kata dia, penyerapan gabah dan beras secara nasional mencapai 4,1 juta ton, melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Baca Juga: Dishub Kota Cirebon Data Ulang Titik Parkir Optimalkan PAD

Bulog saat ini telah menyerap sekitar 300.000 ton setara gabah dari target prognosa 340.000 ton sepanjang 2026, dengan peluang penambahan volume hingga akhir tahun.

“Sekarang penyerapan stabil di sekitar 300 ton sehari. Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode panen raya pada April hingga Mei, ketika pembelian gabah sempat mencapai 7.000 ton per hari menyusul tingginya ketersediaan hasil panen di sejumlah daerah,” ujar Abdillah Luhur Nuratmaja.

Dia menjelaskan, Bulog membeli gabah dengan harga Rp 6.500 per kilogram melalui skema PSO, yakni penugasan pelayanan publik untuk mendukung penyerapan hasil panen petani.

“Untuk November dan Desember, Perum Bulog masih melayani penyerapan gabah dengan skema maklun,” tutur Abdillah Luhur Nuratmaja.

Melalui mekanisme maklun, lanjut dia, gabah yang dibeli Bulog digiling oleh mitra penggilingan, kemudian beras hasil pengolahannya dikembalikan ke gudang untuk disimpan sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Dia mengemukakan saat ini, Bulog Cabang Cirebon menguasai stok beras medium sekitar 183.000 ton yang ditampung di gudang induk milik sendiri dan fasilitas pergudangan sewaan.

Abdillah mengatakan gudang induk Bulog memiliki kapasitas sekitar 125.000 ton, sedangkan kebutuhan penyimpanan tambahan dipenuhi melalui 26 unit jasa pergudangan di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Baca Juga: Dinkes Cirebon Arahkan DBHCHT untuk Penguatan Program KTR

“Adapun stok beras premium yang dikuasai Bulog Cabang Cirebon saat ini mencapai sekitar 900 ton untuk mendukung ketersediaan pasokan pangan di wilayah kerjanya,” ucap Abdillah Luhur Nuratmaja.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
cirebon gabah bulog