DPKP Cirebon Kerahkan Personel Tangani Kebakaran TPAS Gunung Santri

Antara • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 11:06 WIB
Petugas DPKP lakukan penanganan kebakaran di sekitar TPAS Gunung Santri Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Petugas DPKP lakukan penanganan kebakaran di sekitar TPAS Gunung Santri Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon mengerahkan enam regu personel dan kendaraan pemadam untuk menangani kebakaran yang merembet ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri.

Kepala DPKP Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengatakan, kebakaran tersebut bermula dari lahan di sekitar Gunung Leneng, perbatasan Desa Kepuh dan Kedondong, sebelum merembet ke tumpukan sampah.

”Yang terbakar sampah akibat rembetan dari lahan tadi, ya, dari lahan yang terbakar merembet ke sampah,” kata Dadang Suhendra dilansir dari Antara.

Baca Juga: Angkut 90 Ton Sampah Per Hari, DLH Majalengka Optimalkan Armada

Dia mengatakan, masyarakat melaporkan kebakaran lahan tersebut sekitar pukul 16.00 WIB pada Senin (5/10), kemudian petugas langsung melakukan penanganan setelah api mendekati kawasan TPAS.

DPKP mengerahkan tiga regu dengan tiga kendaraan pemadam dari Sektor Sumber, Palimanan, dan Weru untuk melakukan pemadaman sejak Senin malam.

Dia menuturkan, pemadaman sempat dihentikan sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (6/10), karena petugas perlu beristirahat dan menghadapi kendala pasokan air di sekitar lokasi.

Baca Juga: Pemkab Kuningan Tingkatkan Upaya Mitigasi Banjir dan Longsor

”Penanganan kembali dilanjutkan sekitar pukul 07.00 WIB setelah asap dan kobaran api masih terlihat di kawasan TPAS Gunung Santri,” terang Dadang Suhendra.

Menurut Dadang, kebakaran sampah sulit dipadamkan karena api dapat tetap menyala di bagian bawah tumpukan meskipun permukaannya terlihat sudah padam.

Dia menyampaikan kondisi itu kembali terlihat sekitar pukul 08.00 WIB, ketika kepulan asap hitam muncul dari tumpukan sampah yang menunjukkan masih terdapat material yang terbakar.

Petugas, kata dia, kemudian meminta bantuan dari sejumlah sektor hingga jumlah armada yang dikerahkan mencapai sekitar enam kendaraan pemadam dan enam regu pada Selasa (6/10).

Penanganan juga didukung kendaraan pemasok air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, sementara kebutuhan air untuk pemadaman sejak Senin malam telah mencapai lebih dari sepuluh tangki.

Dia memperkirakan area yang terbakar hanya beberapa ratus meter persegi, dari total luas TPAS Gunung Santri sekitar 4,7 hektare karena api telah cepat dilokalisasi.

Baca Juga: Diskatan Kuningan Perluas Pemanfaatan Pekarangan lewat Tatapakan Jati

Selain keterbatasan pasokan air, kata dia, medan berbukit dan terjal menjadi kendala karena menyulitkan kendaraan pemadam menjangkau sejumlah titik kebakaran.

”Untuk membantu akses kendaraan, DLH menggunakan ekskavator agar jalur di kawasan tersebut lebih aman dan tidak menyebabkan kendaraan pemadam ambles,” ucap Dadang Suhendra.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
TPAS Gunung Santri DPKP cirebon kebakaran