Pemkab Kuningan Tingkatkan Upaya Mitigasi Banjir dan Longsor

Antara • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:48 WIB
Rapat koordinasi antisipasi potensi bencana jelang musim hujan di Pendopo Bupati Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Rapat koordinasi antisipasi potensi bencana jelang musim hujan di Pendopo Bupati Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Kuningan meningkatkan upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor menjelang musim hujan dengan mengutamakan mitigasi berdasar pemetaan risiko.

”Langkah penanggulangan bencana perlu dilakukan sebelum terjadi kejadian di lapangan sehingga potensi korban dan kerugian dapat ditekan,” kata Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dilansir dari Antara di Kuningan.

Menurut dia, kesiapan menghadapi bencana membutuhkan dukungan informasi yang cepat mengenai potensi ancaman.

Baca Juga: Diskatan Kuningan Perluas Pemanfaatan Pekarangan lewat Tatapakan Jati

Informasi tersebut, kata dia, harus terhubung dengan proses pengambilan keputusan dan tindakan secara cepat ketika kondisi membahayakan mulai terdeteksi.

”Kami pun sudah melaksanakan rapat koordinasi untuk menyatukan langkah menghadapi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi,” ujar Dian Rachmat Yanuar.

Dian mengatakan, pengalaman menghadapi kekeringan meteorologis, menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah antisipasi.

Baca Juga: Disbudpar Cirebon Telusuri Potensi Budaya di Situs Buyut Kiwot

Sebab, kata dia, penanganan seharusnya tidak dilakukan setelah masyarakat merasakan dampaknya.

Dia mencontohkan penyaluran air menggunakan kendaraan tangki kepada warga yang mengalami kekurangan air.

Langkah tersebut merupakan respons atas kondisi yang sudah terjadi sehingga pola serupa perlu diubah menjadi tindakan pencegahan ketika menghadapi ancaman bencana berikutnya.

Dia menyampaikan berdasar data, wilayah Jawa Barat diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026 dan mencapai periode puncak pada Februari 2027.

Dia menyampaikan, Kuningan juga menghadapi ancaman lain berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan luas wilayah yang terdampak mencapai sekitar 58,96 hektare.

Dia meminta pengalaman menghadapi kekeringan dan karhutla untuk memperbaiki sistem mitigasi sehingga pemerintah memiliki kesiapan menghadapi berbagai jenis ancaman bencana.

Baca Juga: Lanal Cirebon Ungkap Pengiriman Ilegal 75.435 Benih Lobster

”Selain itu, posko kesiapsiagaan perlu dipersiapkan dan pemantauan kondisi wilayah dilakukan secara berkesinambungan,” tandas dia.

Dia menekankan pemetaan diperlukan agar pemerintah mengetahui lokasi rawan, kebutuhan penanganan, serta dukungan sarana dan prasarana yang harus tersedia.

Dia menambahkan, informasi mengenai risiko bencana perlu disampaikan untuk membangun kewaspadaan, bukan menimbulkan kepanikan.

Baca Juga: Astra Tol Cipali Gencarkan Keselamatan Pengemudi Cegah Kecelakaan

”Kesiapsiagaan bukan berarti bencana pasti terjadi. Namun, ketika ancaman datang, kita sudah memiliki langkah yang harus dilakukan sehingga dampaknya dapat ditekan,” ungkap Dian Rachmat Yanuar.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
kuningan musim hujan banjir tanah longsor