JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat realisasi investasi mencapai sekitar Rp 3,25 triliun hingga triwulan II 2026, dari target penanaman modal Rp 4,25 triliun tahun ini.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon Hilmy Riva'i mengatakan, capaian tersebut menunjukkan aktivitas penanaman modal di daerah masih berjalan positif.
"Kalau melihat perhitungan, kemungkinan di triwulan berikutnya capaiannya juga cukup tinggi, jadi untuk target Rp 4,25 triliun bisa tercapai," kata Hilmy dilansir dari Antara.
Baca Juga: Modal Dasar BIJB Kertajati Dipastikan Naik Jadi Rp 8 T Mencakup Aset
Dia menjelaskan, target investasi tahun ini ditetapkan, dengan mempertimbangkan perkembangan penanaman modal pada tahun sebelumnya.
Pada 2025, kata dia, target investasi ditetapkan Rp 3,25 triliun, sedangkan realisasinya mencapai sekitar Rp 4,25 triliun atau lebih dari 120 persen dari target.
"Target tahun ini Rp 4,25 triliun, karena pada 2025 target di Kabupaten Cirebon Rp 3,25 triliun, realisasinya mencapai sekitar Rp 4,25 triliun," ujar Hilmy Riva'i.
Baca Juga: KKP Dorong Pengembangan Pasar Ekspor Ikan Nila Termasuk dari Wilayah Cirebon
Hilmy menyebut sektor properti atau perumahan, masih menjadi penyumbang nilai investasi terbesar di Kabupaten Cirebon.
Dia menuturkan, sektor industri berada pada posisi berikutnya berdasar nilai penanaman modal, kemudian disusul sektor makanan.
Menurut dia, pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap investasi industri padat karya karena sektor tersebut memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
"Investor yang masuk ke sektor padat karya memang jumlah tenaga kerjanya banyak, salah satunya PT Long Rich yang mampu menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja," ungkap Hilmy Riva'i.
Hilmy mengatakan, tingkat upah minimum Kabupaten Cirebon yang dinilai masih kompetitif, menjadi salah satu faktor yang menarik investor pada sektor industri padat karya.
Untuk memudahkan calon investor mendapatkan informasi, DPMPTSP Kabupaten Cirebon menyediakan layanan digital melalui DigiPro yang memuat informasi mengenai potensi dan lokasi investasi di daerah tersebut.
Baca Juga: KKP Kembangkan Induk Unggul Dukung Budi Daya Ikan Nila di Cirebon
"Investor tidak mesti datang langsung ke lapangan dan tidak mesti bertanya ke sana kemari, karena kita sudah punya website tersendiri namanya DigiPro," terang Hilmy Riva'i.