Modal Dasar BIJB Kertajati Dipastikan Naik Jadi Rp 8 T Mencakup Aset

Antara • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 09:34 WIB
Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka. (Fathnur Rohman/Antara)
Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Langkah penguatan struktur permodalan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dipastikan bakal naik hingga Rp 8 triliun yang diproyeksikan tidak hanya bentuk kas, tapi mencakup aset berupa tanah.

Kepala Biro Binaan BUMD, Investasi, dan Administrasi Pembangunan (BIA) Setda Jabar Deny Hermawan mengungkapkan penyertaan modal berupa aset (inbreng) lahan itu ada di lahan strategis kawasan bandara.

"Nanti ada peningkatan modal dasar dari Rp 2,5 triliun jadi Rp 8 triliun. Salah satunya dalam bentuk tanah," kata Deny dilansir dari Antara.

Baca Juga: KKP Dorong Pengembangan Pasar Ekspor Ikan Nila Termasuk dari Wilayah Cirebon

Deny menegaskan, pengesahan Raperda Perubahan ini menjadi fondasi hukum wajib sebelum Pemprov Jawa Barat mengucurkan tambahan modal demi mengakselerasi performa operasional bandara terbesar di Jawa Barat tersebut.

Rencana peningkatan modal dasar BIJB sendiri dipastikan melonjak dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 8 triliun usai mendapatkan respons positif dari DPRD Jawa Barat, yang menyetujui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait hal tersebut.

Dukungan politik tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat usai mayoritas fraksi menyepakati kelanjutan Raperda tentang Perubahan Kedua Perda Nomor 22 Tahun 2013 tentang Pembentukan BUMD Pengelola Bandara Kertajati untuk dibahas di tingkat Panitia Khusus (Pansus).

Baca Juga: KKP Kembangkan Induk Unggul Dukung Budi Daya Ikan Nila di Cirebon

Anggota DPRD Jawa Barat Toto Suharto mengungkapkan, pihaknya menilai penguatan struktur hukum dan keuangan BIJB Kertajati sangat mendesak.

Posisinya sebagai infrastruktur transportasi strategis nasional sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).

"Kondisi kini perlu penguatan, BIJB juga untuk motor penggerak ekonomi khususnya wilayah Jawa Barat bagian timur," ujar Toto yang juga Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar itu.

Meskipun mendukung penuh rencana peningkatan modal dasar tersebut, Toto mengingatkan Pemprov Jabar dan manajemen BIJB agar suntikan modal ini tidak berhenti pada urusan korporasi semata, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

"Kami harap ada integrasi kawasan dan menunjang ekonomi lokal," ujar Toto.

Melalui penyesuaian modal dasar hingga Rp 8 triliun dan reorientasi bentuk perusahaan ini, tambah Toto, PT BIJB Kertajati diharapkan dapat lebih leluasa menjalin kemitraan strategis, mengoptimalkan integrasi kawasan aerocity, serta menopang konektivitas udara nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga: DPRD Kuningan Sebut Program Ketahanan Pangan Latih Keterampilan Warga Binaan

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
bijb bumbu aset