Bupati Lucky Hakim Sebut Kerajinan Warga Binaan Lapas Indramayu Tembus Pasar Ekspor

Antara • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:23 WIB
 
Produk coir shade untuk ekspor buatan warga binaan di Lapas Indramayu. (Lapas Indramayu/Antara)
Produk coir shade untuk ekspor buatan warga binaan di Lapas Indramayu. (Lapas Indramayu/Antara)

 

JawaPos.com - Bupati Indramayu Lucky Hakim menyebut produk kerajinan berbahan serabut kelapa hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu menembus pasar ekspor dengan tujuan Spanyol.

“Dari serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu dan terbukti dikirim ke luar negeri, tujuannya ke Spanyol. Artinya sudah ada hasilnya dan ada market-nya di luar sana,” kata Lucky Hakim dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, produk dekorasi berbahan serabut kelapa atau coir shade tersebut dikirim ke Spanyol berjumlah 510 unit.

Baca Juga: Pemkab Kuningan Sebut Ekonomi Tumbuh 6,94 Persen pada Triwulan II 2026

Pengiriman itu terlaksana melalui kerja sama Lapas Kelas IIB Indramayu dengan PT Coir Indonesia Global.

Lucky mengatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan pembinaan keterampilan di dalam lapas, dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Hal itu sekaligus menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Baca Juga: Disperdagin Cirebon Catat Retribusi Pasar Sumbang PAD Rp 2,5 Miliar

Menurut dia, keterampilan kerja diperlukan agar warga binaan memiliki peluang untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha mandiri ketika kembali ke masyarakat.

“Di Lapas ini banyak program pelatihan, bimbingan, sehingga ketika warga binaan selesai menjalani masa di sini, mereka punya keterampilan,” ujar Lucky Hakim.

Menurut dia, pelatihan di Lapas Indramayu mencakup berbagai bidang, mulai dari pembuatan kerajinan dan makanan hingga peternakan, pertanian, serta budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.

Lucky mengatakan, pemerintah daerah membuka peluang dukungan untuk mengembangkan program pembinaan tersebut.

Di antaranya melalui pemanfaatan lahan, perbaikan fasilitas, penyediaan bibit, dan fasilitasi kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dia berharap pengembangan keterampilan dan pemasaran produk dapat membuka peluang usaha bagi warga binaan.

Baca Juga: Mendikdasmen Sebut Revitalisasi SD di Cirebon Benahi Fasilitas Belajar

Termasuk bagi mereka yang mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan formal setelah bebas.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih mengatakan, pengiriman produk tersebut merupakan bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Program itu, kata dia, mencakup sejumlah kegiatan pembinaan, termasuk penguatan ketahanan pangan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Pemkot Cirebon Kembangkan Urban Farming di Setiap RW

“Yang kita ekspor hari ini adalah bagian dari peningkatan UMKM. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan UMKM di Kabupaten Indramayu,” ungkap Aramichi Renggalih.

Dia merinci sebanyak 510 unit coir shade yang disiapkan untuk ekspor terdiri atas varian diagonal hanging 3x3 sebanyak 139 unit, diagonal hanging 4x3 sebanyak 210 unit, varian diagonal hanging 3x3 lainnya sebanyak 61 unit, serta triangle 350 sebanyak 100 unit.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
lembaga pemasyarakatan indramayu warga binaan lucky hakim