JawaPos.com - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat retribusi sembilan pasar milik pemerintah daerah telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2,5 miliar hingga September 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Disperdagin Kabupaten Cirebon Teguh Mulyono mengatakan, angka tersebut telah mencapai sekitar 78,5 persen, dari target retribusi pasar Rp 3,2 miliar yang ditetapkan untuk tahun ini.
"Kalau melihat capaian sampai sekarang, kami masih optimistis target yang sudah ditetapkan bisa terpenuhi sampai akhir tahun," kata Teguh dilansir dari Antara.
Baca Juga: Mendikdasmen Sebut Revitalisasi SD di Cirebon Benahi Fasilitas Belajar
Dia menjelaskan, pemungutan retribusi dilakukan setiap hari kepada pedagang di pasar, yang dikelola Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan tarif disesuaikan berdasa tipe pasar dan jenis tempat berjualan.
Menurut dia, perbedaan karakteristik dan jumlah pedagang membuat besaran penerimaan pada setiap pasar tidak sama.
"Memang penerimaannya berbeda-beda karena kondisi dan jumlah pedagang di masing-masing pasar juga tidak sama," ujar Teguh Mulyono.
Baca Juga: Pemkot Cirebon Kembangkan Urban Farming di Setiap RW
Dia menuturkan, untuk pasar tipe satu yang memiliki lebih dari 500 pedagang, tarif retribusi kios sebesar Rp 5.500 per hari, lemprakan Rp 2.500, dan pedagang tidak tetap Rp 2.000.
“Sementara pasar tipe dua dengan jumlah pedagang kurang dari 500 orang menetapkan tarif kios Rp 5.000 per hari, lemprakan Rp 2.500, dan pedagang tidak tetap Rp 2.000,” terang Teguh Mulyono.
Teguh mengatakan, aktivitas pedagang tetap menjadi faktor penting, dalam menjaga penerimaan retribusi karena pemungutan dilakukan berdasarkan aktivitas berjualan di pasar.
"Kalau pedagangnya tetap aktif berjualan, penerimaan juga berjalan. Ada memang yang sesekali tutup, tetapi sejauh ini tidak terlalu berpengaruh terhadap capaian," beber Teguh Mulyono.
Dia menyampaikan Pasar Pasalaran menjadi penyumbang retribusi terbesar dengan realisasi mencapai Rp 699,5 juta hingga September 2026, sedangkan penerimaan terendah berasal dari Pasar Kue Weru yang mencapai lebih dari Rp 78 juta.
"Pasar Pasalaran memang menjadi yang paling besar kontribusinya dibandingkan pasar lainnya," ungkap Teguh Mulyono.
Baca Juga: Pemkot Cirebon Angkat Keunikan Pecinan untuk Daya Tarik Wisata
Secara keseluruhan, kata dia, penerimaan retribusi dari sembilan pasar tersebut rata-rata mencapai sekitar Rp 9,5 juta per hari.
"Kami akan tetap menjaga pemungutan berjalan dengan baik sampai akhir tahun agar target penerimaan bisa tercapai," ucap Teguh Mulyono.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah