Mendikdasmen Sebut Revitalisasi SD di Cirebon Benahi Fasilitas Belajar

Antara • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 11:24 WIB
 
Mendikdasmen Abdul Mu
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kanan) meninjau kondisi SDN 1 Kedungjaya, Cirebon, Senin (28/9). (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebutkan program revitalisasi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cirebon diarahkan untuk membenahi fasilitas belajar agar lebih representatif.

Menteri Abdul Mu'ti mengatakan, salah satu sekolah yang mendapat program revitalisasi adalah SDN 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, yang merupakan hasil penggabungan dua SD.

“Ini adalah penggabungan dari dua SD yang di-merger, yang mudah-mudahan dengan revitalisasi ini sarana pembelajaran bisa lebih representatif dan lebih baik lagi,” kata Abdul Mu'ti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Pemkot Cirebon Kembangkan Urban Farming di Setiap RW

Dia mengatakan, SDN 1 Kedungjaya mendapat bantuan revitalisasi senilai Rp1,8 miliar yang mencakup pembangunan 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan, dan sembilan toilet.

Pembangunan tersebut, kata dia, saat ini telah mencapai sekitar 40 persen dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan.

“Alhamdulillah sekarang pembangunan sudah berjalan lancar, memang baru 40 persen, tapi insyaallah dalam waktu dua bulan lagi pembangunan sudah bisa selesai 100 persen,” ujar Abdul Mu'ti.

Baca Juga: Pemkot Cirebon Angkat Keunikan Pecinan untuk Daya Tarik Wisata

menurut dia, revitalisasi sekolah tersebut secara swakelola dengan melibatkan kepala sekolah, masyarakat sekitar, dan panitia pembangunan.

Menteri menyebut pelaksanaan revitalisasi menjadi bagian dari pembangunan sarana pendidikan, yang dilakukan secara bertahap sesuai kondisi sekolah dan kebutuhan fasilitas.

Selain mengecek revitalisasi, Abdul Mu'ti juga melihat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Kedungjaya, Cirebon.

Dia menyatakan, menu yang disajikan kepada siswa telah memuat sayuran, protein, dan karbohidrat serta sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Tadi saya meninjau langsung MBG-nya bagus dan sudah dua tahun katanya tadi saya tanya. Lancar semua,” terang Abdul Mu'ti.

Direktur SD Ditjen PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Moch Salim Somad mengatakan, 82 SD di Kabupaten Cirebon mendapat intervensi pembangunan pada 2026.

Baca Juga: Kilang Balongan Catat 3,86 Juta Jam Kerja Aman tanpa Kecelakaan

Dia menambahkan, intervensi terhadap 82 SD tersebut mencakup pembiayaan dari APBN, APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBD Kabupaten Cirebon dengan total anggaran Rp 44 miliar.

“Pembangunan bertahap dan kita prioritaskan sekolah yang rusak berat yang bisa kita berikan alokasi untuk tahun 2026,” ucap Moch Salim Somad.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Abdul Mu'ti kabupaten cirebon sekolah dasar