Pemkot Cirebon Angkat Keunikan Pecinan untuk Daya Tarik Wisata

Antara • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 17:36 WIB
 
Pertunjukan barongsai di kawasan Pecinan, Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Pertunjukan barongsai di kawasan Pecinan, Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota Cirebon mulai mengangkat karakter kawasan Pecinan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya untuk memperkaya pilihan kunjungan wisatawan pada 2026.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, keberadaan kawasan Pecinan dengan sejarah dan tradisi masyarakat Tionghoa dapat dikemas menjadi bagian dari pengembangan pariwisata Kota Cirebon.

"Yang kami tampilkan adalah keberagaman yang menjadi bagian dari Cirebon. Kawasan budaya seperti Pecinan bisa menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal sejarah dan tradisi," kata Effendi Edo dilansir dari Antara.

Baca Juga: Kilang Balongan Catat 3,86 Juta Jam Kerja Aman tanpa Kecelakaan

Dia menegaskan, upaya tersebut ditandai dengan peresmian Gapura Pecinan di Jalan Winaon yang dirangkaikan dengan Festival Kue Bulan 2026 dengan menghadirkan barongsai, liong, rombongan keraton, serta pertunjukan busana khas Tionghoa.

Menurut Edo, keberadaan kegiatan budaya di kawasan Pecinan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati kuliner, tetapi dapat melihat langsung aktivitas dan tradisi masyarakat.

Baca Juga: Polres Cirebon Kota tetapkan dua tersangka kasus video asusila

Dia optimis kegiatan budaya dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan.

Sehingga kawasan Pecinan, Kota Cirebon, memiliki agenda yang lebih beragam pada tahun-tahun berikutnya.

"Kalau ingin Kota Cirebon semakin maju, kita harus berjalan bersama. Saya berharap kegiatan seperti ini terus diupayakan dan ke depan bisa diselenggarakan lebih besar lagi," ujar Effendi Edo.

Pemkot Cirebon, kata Edo, juga melihat kawasan budaya lain yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pariwisata, salah satunya Kampung Arab.

“Pengembangan sejumlah kawasan tersebut diharapkan membentuk pilihan wisata yang saling melengkapi, mulai dari wisata budaya dan sejarah hingga kuliner khas Cirebon seperti nasi jamblang dan empal gentong,” tutur Effendi Edo.

Wali kota mendata realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kota Cirebon mencapai Rp 64,91 miliar hingga Juli 2026, dengan angka kunjungan wisata lebih dari 2 juta orang.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Kematian Istri Dokter di Kabupaten Cirebon

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Cirebon Harry Saputra Gani menilai, pengembangan Pecinan dan Kampung Arab dapat menambah pilihan destinasi bagi wisatawan yang datang ke Cirebon.

Dia menekankan kegiatan budaya yang dikaitkan dengan pariwisata juga dapat memberikan ruang bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor perhotelan untuk mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata.

Dia mengatakan, wisatawan perlu diberi lebih banyak pilihan kegiatan agar kunjungan ke Cirebon tidak berhenti pada wisata kuliner, tetapi berlanjut pada aktivitas budaya, belanja, dan menginap.

Baca Juga: Dinkes Cirebon Intensifkan Tracing Tb hingga 412 Desa

"Harapannya orang datang ke Cirebon tidak hanya untuk makan nasi jamblang atau empal gentong, kemudian pulang. Mereka juga bisa menikmati festival, mengenal budaya Cirebon, menginap, dan berbelanja," ujar Harry.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
wisata budaya pemkot cirebon pecinan