Kilang Balongan Catat 3,86 Juta Jam Kerja Aman tanpa Kecelakaan

Antara • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 17:28 WIB
 
Kilang Balongan, Indramayu. (Fathnur Rohman/Antara)
Kilang Balongan, Indramayu. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan di Indramayu, mencatat 3.862.708 jam kerja aman tanpa insiden maupun kecelakaan kerja sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan Yulianto Triwibowo mengatakan, capaian keselamatan kerja tersebut, menjadi bagian dari kinerja perusahaannya pada 2026.

"Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, soliditas, dan ikhtiar seluruh perwira kilang,” kata Yulianto Triwibowo dilansir dari Antara, Minggu (27/9).

Baca Juga: Polres Cirebon Kota tetapkan dua tersangka kasus video asusila

Dia mengatakan capaian keselamatan kerja tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional kilang, termasuk ketika perusahaan menjalankan kegiatan produksi dan pemeliharaan fasilitas.

Secara keseluruhan, kata dia, Kilang Balongan mencatat nilai kinerja sebesar 106,89 persen pada triwulan II 2026 atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 105 persen.

Dia menyebutkan dari sisi operasi, Kilang Balongan berhasil mengurangi nyala api flare atau gas suar bakar sehingga dapat menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Kematian Istri Dokter di Kabupaten Cirebon

"Pengurangan nyala flare juga berarti kita dapat mengoptimalkan pemanfaatan energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca," ujar Yulianto Triwibowo.

Dia juga mencatat penghematan lebih dari Rp 100 miliar per tahun, melalui perbaikan dan perubahan pola operasi pompa CW 56-P-101.

Selain itu, Kilang Balongan mulai melakukan uji coba pengolahan Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah menjadi produk berupa propylene, LPG, dan gasoline melalui unit Residue Catalytic Cracking (RCC).

Dia menekankan, pelaksanaan sejumlah pekerjaan pemeliharaan kilang membutuhkan kesiapan operasional dan keselamatan kerja.

"Kami perlu menjaga kerja sama dan kekompakan karena ke depan ada sejumlah pekerjaan pemeliharaan yang harus dilaksanakan," ungkap Yulianto Triwibowo.

Dia menuturkan, salah satu pekerjaan tersebut yakni Change Over Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 165.000 Deadweight Tonnage (DWT) yang dijadwalkan pada Oktober 2026.

Baca Juga: Dinkes Cirebon Intensifkan Tracing Tb hingga 412 Desa

Sementara itu, Pjs Area Manager Communication Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan Andromedo Cahyo Purnomo menambahkan, capaian kinerja perusahaan turut didukung kondisi lingkungan sekitar kilang yang tetap kondusif.

“Kami tetap menjalankan program Community Involvement and Development (CID) atau tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk masyarakat di sekitar Kilang Balongan,” beber Andromedo Cahyo Purnomo.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
PT Pertamina indramayu jam kerja Balongan