JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Majalengka menguji coba penggunaan varietas lokal dalam pengembangan bawang putih untuk menemukan jenis yang sesuai dengan kondisi lahan sekaligus memenuhi kebutuhan pasar.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, uji coba varietas lokal dilakukan di kawasan Nunuk Baru, Kecamatan Maja. Pemkab telah melakukan sejumlah percobaan budi daya bawang putih di beberapa lokasi.
"Untuk komoditas bawang putih di Majalengka, sebelumnya pernah kita lakukan uji coba tanam atau demplot di Cikaracak, Kecamatan Argapura. Namun ternyata kurang cocok," kata Eman Suherman di Majalengka dilansir dari Antara, Kamis (20/8).
Baca Juga: PT KAI Daop 3 Cirebon Layani 65.643 Penumpang saat Libur HUT Ke-81 RI, Tetap Utamakan Keselamatan
Menurut dia, pemerintah daerah kemudian mengembangkan bawang putih menggunakan varietas lokal di Nunuk Baru untuk melihat kesesuaiannya dengan kondisi agroklimat wilayah tersebut.
Pemkab Majalengka menggandeng Universitas Majalengka untuk melakukan demonstrasi plot (demplot), menggunakan varietas Starmill 99 sebagai bagian dari upaya mencari varietas yang produktif.
Namun, Eman mengatakan, varietas Starmill 99 masih menghadapi kendala dari sisi pasar karena ukuran umbinya relatif kecil sehingga kurang diterima konsumen.
Baca Juga: Wamenko Pangan Minta Pemda Hitung Kebutuhan Stok Pangan Secara Berkala, Antisipasi Gejolak Harga
"Karakteristik Starmill 99 ini umbinya relatif kecil-kecil, sehingga kurang bisa diterima oleh pasar. Tetapi kami tidak berhenti," ujar Eman Suherman.
Dia mengatakan pemerintah terus melakukan pengujian dan pengembangan agar dapat menemukan varietas bawang putih yang tidak hanya mampu tumbuh baik, tetapi juga memiliki ukuran dan kualitas sesuai permintaan pasar.
“Pada 2026, Majalengka kembali mendapat dukungan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian melalui pembangunan demplot bawang putih di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, dan Desa Kancana, Kecamatan Cikijing,” tutur Eman Suherman.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman menambahkan, masing-masing demplot Kementerian Pertanian memiliki luas 0,5 hektare sehingga totalnya mencapai satu hektare.
Selain lahan demplot, lanjut dia, budidaya bawang putih oleh petani di Desa Nunuk mencapai sekitar satu hektare, sedangkan di Desa Kancana mencapai sembilan hektare.
Gatot mengatakan keberadaan lahan petani tersebut menjadi bagian penting dalam melihat potensi pengembangan bawang putih sekaligus mendukung pengujian teknologi dan varietas.
Baca Juga: DPPKBP3A Cirebon Tangani 97 Kasus Kekerasan hingga Agustus 2026
Dia mengatakan pengembangan bawang putih akan terus didampingi, terutama untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, kesesuaian varietas, dan pemasaran.
"Selain demplot untuk pengujian dan pengembangan teknologi maupun varietas, kita juga sudah memiliki areal budi daya yang dikembangkan petani," terang Gatot Sulaeman.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah