JawaPos.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon mempercepat pelaksanaan program peningkatan infrastruktur. Hal itu dilakukan dengan menyiapkan perbaikan 23 ruas jalan melalui proses lelang dini Tahun Anggaran 2026.
Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon Sunanto mengatakan, percepatan proses lelang dilakukan agar pekerjaan fisik dapat dimulai lebih awal. Sehingga manfaat pembangunan bisa segera dirasakan masyarakat.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan kemantapan jalan di wilayah Kabupaten Cirebon. ”Percepatan lelang dilakukan supaya pekerjaan fisik bisa segera berjalan dan manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” kata Sunanto dilansir dari Antara.
Baca Juga: Distan Cirebon Catat Produksi GKG Capai 139.811 Ton pada Panen Perdana 2026
Tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon hingga akhir 2025, telah mencapai sekitar 86 persen. Sunanto menjelaskan total panjang jalan di Kabupaten Cirebon mencapai 1.410 kilometer yang terdiri atas jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten.
”Dari total tersebut, panjang jalan kabupaten tercatat sekitar 1.240 kilometer dan menjadi fokus penanganan pemerintah daerah secara bertahap,” ungkap Sunanto.
Dia mengatakan, paket pekerjaan yang masuk dalam lelang dini tersebar di sejumlah kecamatan. Hal itu guna memperkuat konektivitas antar wilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Bulog Cirebon Masifkan Penyaluran Beras SPHP di Cimajakuning
Menurut dia, panjang penanganan jalan bervariasi mulai dari ratusan meter hingga lebih dari satu kilometer dengan lebar jalan antara 3,5 meter sampai enam meter. Mayoritas pekerjaan peningkatan jalan tersebut menggunakan konstruksi betonisasi agar lebih kuat dan memiliki daya tahan lebih lama.
Selain bersumber dari APBD Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah terus mengupayakan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan. Pada 2026, lanjut Sunanto, terdapat tiga ruas jalan kabupaten yang direncanakan mendapat bantuan penanganan dari pemerintah provinsi dan saat ini masih dalam tahap asistensi detail engineering design (DED).
”Sekarang masih proses asistensi DED. Mudah-mudahan bisa terealisasi seperti bantuan provinsi tahun sebelumnya,” ujar Sunanto.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah