JawaPos.com–Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
”Penurunan angka kecelakaan hingga 76 persen,” kata Dirlantas Polda Jabar Kombespol Raydian Kokrosono dilansir dari Antara.
Berdasar data statistik kepolisian, jumlah kejadian kecelakaan di wilayah hukum Polda Jabar pada 2026 menurun tajam sebesar 76 persen. Tercatat hanya ada 93 kejadian, jauh berkurang dibandingkan pada 2025 yang mencapai 383 kejadian.
Baca Juga: Legislator Nilai Pelaksanaan Arus Mudik-Balik Lebaran di Jabar Cukup Baik
Kabar baik juga datang dari angka fatalitas. Korban meninggal dunia turun sebesar 89 persen, dari 121 orang pada tahun lalu menjadi 13 orang pada tahun ini. Penurunan serupa juga terjadi pada kategori luka berat (turun 46 persen) dan luka ringan (turun 73 persen).
”Alhamdulillah, ini berkat doa dan partisipasi seluruh masyarakat yang mau mengikuti aturan dan arahan petugas di lapangan,” terang Raydian Kokrosono.
Sementara itu, hingga Minggu (29/3) malam, pantauan arus balik Lebaran menunjukkan tren kepadatan yang mulai melandai. Data traffic counting dari arah Jawa Tengah menunjukkan penurunan intensitas kendaraan di bawah 2.500 unit per jam. Meski demikian, rekayasa lalu lintas seperti one way dari Jawa Tengah menuju Jakarta tetap diberlakukan secara situasional.
Baca Juga: Legislator Jabar Apresiasi Pengamanan Arus Mudik dan Balik di Kuningan
Di jalur arteri, khususnya wilayah Cirebon, sempat terjadi perlambatan akibat imbas sistem one way di tol dan adanya aktivitas masyarakat lokal. Namun petugas memastikan tidak ada kemacetan total karena penyiagaan personel di titik-titik rawan seperti Simpang Buntet.
Dirlantas menekankan pentingnya penggunaan fasilitas rest area. Berdasar pantauan aplikasi Jasa Marga, kapasitas parkir di jalur A dan B masih mencukupi untuk menampung pemudik yang ingin beristirahat.
”Kami berpesan kepada masyarakat, tolong manfaatkan rest area. Jangan paksakan mengemudi saat lelah. Jika rest area penuh, kami akan kawal dan atur di bahu jalan demi kemanusiaan, agar masyarakat tetap aman,” tambah Raydian Kokrosono.
Kepolisian berkomitmen untuk terus menarik arus kendaraan secara maksimal, guna memastikan roda tetap berputar dan masyarakat dapat kembali ke Jakarta dengan lancar.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah