Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Beredar Video Diduga Pesta LGBT, Polres Cirebon Kota Tangkap Dua Orang Terduga Pelaku

Latu Ratri Mubyarsah • Kamis, 22 Januari 2026 | 23:46 WIB
Tangkapan layer video diduga aktivitas pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Cirebon. (Istimewa)
Tangkapan layer video diduga aktivitas pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Cirebon. (Istimewa)

JawaPos.com–Video yang diduga menampilkan aktivitas pesta LGBT di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Cirebon menghebohkan jagat media sosial. Rekaman tersebut menuai reaksi keras dari tokoh masyarakat.

Sejumlah pria berjoget mengikuti alunan musik dengan perilaku yang dinilai menyimpang dari norma. Beberapa pria tampak menari berpasangan sesama jenis. Sebagian mengenakan pakaian dalam perempuan serta menampilkan gestur yang dianggap tidak pantas di rekaman video yang beredar.

Dugaan aktivitas LGBT itu semakin menguat setelah materi promosi acara yang berkaitan dengan kegiatan itu turut tersebar di media sosial. Dalam materi promosi tersebut, terlihat visual dua pria dengan busana minim menyerupai pakaian perempuan, sehingga menimbulkan kecaman dan kekhawatiran warga.

Keberadaan video dan materi promosi tersebut dinilai mencoreng nilai sosial dan religius masyarakat Cirebon yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan identitas keagamaan yang kuat. Tokoh masyarakat Kabupaten Cirebon sekaligus pengamat hukum Qoribullah menyatakan keprihatinannya atas dugaan aktivitas LGBT di wilayah tersebut.

”Jika benar video ini menggambarkan pesta LGBT yang dilakukan secara terbuka, ini sangat memprihatinkan. Cirebon memiliki nilai religius dan kultural yang seharusnya dijaga bersama,” ujar Qorib, Kamis (22/1).

Menurut Qoribullah, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum perlu bersikap tegas dan tidak menutup mata terhadap dugaan aktivitas yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

”Pembiaran terhadap aktivitas seperti ini berpotensi memicu konflik sosial. Aparat harus segera menyelidiki dan memastikan kebenaran video serta menindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Qorib.

Dia mengajak tokoh agama, ulama, dan pimpinan pondok pesantren, untuk turut bersuara dan berperan aktif menjaga nilai moral serta kondusivitas sosial di Kabupaten Cirebon.

”Ini bukan sekadar persoalan viral, tetapi menyangkut ketertiban sosial dan jati diri daerah,” tandas Qorib.

Menanggapi itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah penanganan. Polres Cirebon Kota mengamankan dua orang yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

”Video yang beredar saat ini sedang kami tangani. Dua orang yang diduga terlibat sudah diamankan guna kepentingan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut,” ujar AKBP Eko Iskandar, Kamis malam (22/1).

Dua individu yang diamankan masing-masing berinisial I, 25, dan Y, 26. Kapolres menegaskan, langkah cepat ini dilakukan sebagai respons atas tingginya perhatian dan kekhawatiran masyarakat terhadap peristiwa tersebut.

”Kami memahami keresahan warga. Kepolisian hadir untuk memberikan kepastian hukum serta mencegah dampak lanjutan yang bisa mengganggu ketertiban dan ketenangan masyarakat,” tandas Eko Iskandar.

Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui secara utuh kronologi kejadian, peran masing-masing pihak, serta kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum.

”Proses masih berjalan. Kami akan menyampaikan informasi lanjutan sesuai hasil pemeriksaan,” ucap AKBP Eko.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kabupaten cirebon #polres cirebon kota #lgbt