Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

BPBD Cirebon Tetapkan Status Siaga Cuaca Ekstrem hingga April 2026

Antara • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:55 WIB
Petugas BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Petugas BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon menetapkan status siaga cuaca ekstrem hingga April 2026. Hal itu sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Andi Wibowo mengatakan, penetapan status siaga tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur menghadapi kondisi cuaca yang masih dinamis.

”Status siaga cuaca ekstrem ini berlaku sampai April 2026 sesuai keputusan yang telah ditetapkan,” kata Andi Wibowo seperti dilansir dari Antara.

Dia menyebutkan penetapan status tersebut, mengacu pada Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 236 Tahun 2025 tentang Siaga Darurat Bencana di wilayah setempat. Dalam keputusan itu, status siaga mencakup potensi bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, serta tanah longsor.

Menurut Andi Wibowo, status tersebut diberlakukan sejak 1 Oktober 2025 dan akan berlangsung hingga 30 April 2026 guna memastikan kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat. Intensitas hujan pada awal Januari 2026, terpantau cukup tinggi dan sempat menyebabkan genangan hingga banjir di beberapa lokasi.

”Hingga pertengahan Januari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi,” terang Andi Wibowo.

Dia mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, selama belum ada pembaruan resmi dari BMKG. BPBD Kota Cirebon secara berkala menyampaikan peringatan dini cuaca dan kebencanaan melalui berbagai kanal informasi.

”Upaya tersebut juga melibatkan tim tangguh bencana di tingkat kelurahan agar informasi dapat segera diteruskan kepada warga,” tutur Andi Wibowo.

Pada musim hujan kali ini, kata dia, pola hujan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari sehingga kewaspadaan pada waktu tersebut perlu ditingkatkan. Selain ancaman banjir, masyarakat juga diminta mewaspadai angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang dan gangguan ringan lainnya.

BPBD Kota Cirebon mengingatkan warga, untuk menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat.

”Pantau terus informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta lakukan upaya pencegahan di lingkungan masing-masing,” ucap Andi Wibowo.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#bpbd #cuaca ekstrem #kota cirebon #Bencana hidrometeorologi