JawaPos.com–Pemerintah Kota Cirebon mengerahkan personel gabungan untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di bantaran Sungai Sukalila. Hal itu sebagai bagian dari penataan kawasan dan pengembalian fungsi sungai.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, penertiban tersebut dilakukan setelah batas waktu yang diberikan kepada para pedagang untuk melakukan pembongkaran bangunan di bantaran sungai berakhir.
”Batas akhir sudah kita berikan kepada saudara-saudara kita pedagang yang berada di bantaran Sungai Sukalila,” kata Effendi Edo seperti dilansir dari Antara.
Dia menyampaikan sebagian pedagang telah melakukan pembongkaran lapak secara mandiri sehari sebelumnya, dengan pendampingan dari pemerintah daerah. Proses bongkar mandiri tersebut berjalan tertib dan kondusif karena para pedagang memahami aturan terkait larangan pendirian bangunan di bantaran sungai.
Edo menegaskan pemerintah daerah tak hanya melakukan penertiban, namun telah menyiapkan solusi relokasi agar pedagang tetap dapat melanjutkan kegiatan usahanya.
”Pemerintah tidak membiarkan para pedagang setelah dibongkar tanpa diberikan ruang atau tempat,” ujar Effendi Edo.
Dia menyebutkan lokasi alternatif telah disiapkan bagi pedagang pigura, karangan bunga, pedagang taman, hingga pedagang makanan yang sebelumnya berjualan di bantaran Sungai Sukalila.
Lebih lanjut, Edo menuturkan dalam pelaksanaan penertiban kali ini ada sekitar 350 personel gabungan yang dikerahkan. Terdiri atas unsur TNI, Polri, Satpol PP, serta perangkat daerah terkait.
”Personel gabungan bergerak untuk membersihkan dan menata bantaran Sungai Sukalila,” beber Effendi Edo.
Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga memfasilitasi proses pemindahan barang dagangan dengan menyiapkan armada angkutan bagi para pedagang. Fasilitas tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Edo pun mengapresiasi para pedagang yang telah bekerja sama dan mengikuti proses penertiban, sesuai ketentuan yang berlaku.
”Saya mengucapkan terima kasih kepada para pedagang yang telah mendukung penataan kawasan ini,” tutur Effendi Edo.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah