Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Gubernur Jabar Pastikan Pemda Tangani Banjir Rob di Indramayu

Antara • Selasa, 9 Desember 2025 | 00:14 WIB
Banjir rob di Desa Eretan Wetan, Kabupaten Indramayu. (Fathnur Rohman/Antara)
Banjir rob di Desa Eretan Wetan, Kabupaten Indramayu. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pemerintah daerah (pemda), menangani persoalan banjir rob yang terus melanda pesisir Indramayu. Penanganan dilakukan sesuai kebutuhan lapangan.

Dedi menyebutkan penanganan peristiwa banjir rob di Indramayu bisa dilakukan dengan penataan daerah aliran sungai. Banjir rob di wilayah pesisir, pada dasarnya dipicu kenaikan muka air laut, sehingga penanganan harus dilakukan melalui pembenahan sungai, melaksanakan normalisasi serta penataan permukiman.

”Banjir yang di Indramayu itu sederhana, yang pertama adalah daerah aliran sungainya harus dibenahi,” kata Dedi Mulyadi seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, kawasan permukiman yang setiap hari terendam juga perlu direlokasi, terutama yang berada di titik paling dekat dengan garis laut serta selalu menjadi langganan genangan.

”Kedua, rumah-rumah yang langganan rob lebih baik direlokasi. Kalau laut tidak bisa dicegah, airnya makin naik dan akan terus masuk ke wilayah Eretan,” ujar Dedi Mulyadi.

Gubernur telah meminta Pemkab Indramayu, untuk segera menindaklanjuti proses relokasi tersebut.

”Kemarin sudah 200 orang minta direlokasi. Saya sudah sanggup 200 orang direlokasi. Nggak ada yang sulit di Jawa Barat, semuanya mudah,” terang Dedi Mulyadi.

Sementara itu, banjir rob kembali merendam kawasan pesisir Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, pada Jumat (5/12). Sumarni, 48, warga Desa Eretan Wetan, mengatakan wilayah tersebut hampir tidak pernah kering karena terendam banjir rob hampir setiap hari.

Dia menuturkan, warga yang ingin membeli kebutuhan pokok harus menggunakan perahu. Sebab, ketinggian air dapat mencapai sepinggang orang dewasa menyulitkan aktivitas warga.

”Kalau surut sebentar, air datang lagi. Tidak pernah benar-benar kering,” ungkap Sumarni.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kebutuhan pokok #Pemkab Indramayu #dedi mulyadi #banjir rob