Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Cirebon Rumuskan Solusi untuk Kurangi Frekuensi Banjir di Kecamatan Waled

Antara • Jumat, 5 Desember 2025 | 10:28 WIB
Ilustrasi kondisi banjir di Kecamatan Waled, Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi kondisi banjir di Kecamatan Waled, Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon telah merumuskan solusi untuk mengurangi frekuensi banjir yang kerap melanda Desa Mekarsari dan Gunungsari di Kecamatan Waled. Banjir dapat terjadi hingga 30 kali dalam setahun.

Wakil Bupati (Wabup) Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan, telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) untuk merumuskan solusi tersebut sejak akhir November 2025.

”Pemkab Cirebon mendapatkan dukungan penuh dari BBWS untuk menyiapkan dua langkah utama dalam penanganan banjir yang hampir setiap tahun berulang,” kata Agus Kurniawan Budiman seperti dilansir dari Antara.

Solusi pertama, kata dia, adalah pembangunan tiga pintu air di Desa Gunungsari agar aliran air dapat dikendalikan secara lebih efektif ketika curah hujan meningkat. Solusi kedua yaitu pembuatan sodetan dari Mekarsari menuju Kali Pembuang Putat, yang kemudian dialirkan ke Sungai Ciberes sebagai saluran pembuang baru.

”Dengan sodetan, air dapat lebih cepat mengalir keluar dari wilayah permukiman di Kecamatan Waled yang secara topografi berbentuk cekungan. Menurut keterangan kepala desa, posisi dua desa ini seperti piring. Jadi butuh saluran pembuang agar air tidak tergenang lama,” tutur Agus Kurniawan Budiman.

Pembangunan tiga pintu air akan dilakukan BBWS, sedangkan sodetan memerlukan musyawarah lebih lanjut karena bersinggungan dengan lahan milik warga. Agus meyakini dua solusi tersebut dapat menekan intensitas banjir serta mengurangi dampaknya terhadap aktivitas warga setempat.

”Mudah-mudahan dengan adanya dua solusi ini, tensi banjir di dua desa bisa berkurang,” terang Agus Kurniawan Budiman.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimancis Dwi Agus Kuncoro memastikan siap melaksanakan pembangunan tiga pintu klep setelah proses pengukuran dan pemesanan komponen selesai.

Untuk sodetan, kata dia, BBWS menunggu penyelesaian persoalan lahan agar alat berat dapat segera diturunkan. Pihaknya membuka pula peluang pembangunan kolam retensi di beberapa titik di jalur sodetan sepanjang 1,5 kilometer tersebut.

”Paling lambat awal 2026, karena perlu perencanaan dan penyesuaian yang matang,” ucap Dwi Agus Kuncoro.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#bbws #pemkab cirebon #banjir