Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

TACB Indramayu Tetapkan Lima Bangunan Bersejarah Jadi Cagar Budaya

Antara • Kamis, 20 November 2025 | 19:26 WIB
Rapat penetapan cagar budaya oleh TACB di Indramayu, Kamis (20/11). (TACB Indramayu/Antara)
Rapat penetapan cagar budaya oleh TACB di Indramayu, Kamis (20/11). (TACB Indramayu/Antara)

JawaPos.com–Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu menetapkan lima bangunan bersejarah menjadi cagar budaya pada tingkat kabupaten untuk mempercepat perlindungan warisan arsitektur dan sejarah di daerah tersebut.

Ketua TACB Indramayu Dedy S Musashi mengatakan, penetapan tersebut memastikan bangunan bersejarah tidak mengalami perubahan tanpa izin serta dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pelestarian maupun edukasi.

”Harapannya warisan budaya tetap lestari dan bermanfaat untuk pendidikan maupun pariwisata,” kata Dedy S Musashi.

Dia menyebutkan, lima bangunan yang ditetapkan itu meliputi SD Negeri 1 Bulak Kandanghaur, SMP Negeri 1 Sindang, Klenteng An Tjeng Bio, Gedong Duwur, serta Asrama KNIL. SD Negeri 1 Bulak, merupakan bangunan sekolah rakyat yang berdiri pada awal 1900-an dan menjadi satu-satunya yang tersisa di Indramayu.

Dedy mengatakan, untuk SMP Negeri 1 Sindang, merupakan bangunan yang didirikan pada 1911 sebagai sekolah dasar khusus bagi pria bangsa Eropa dan masyarakat Tionghoa di Indramayu.

”Untuk Klenteng An Tjeng Bio, berdiri pada 1848. Tempat ibadah ini memiliki arsitektur khas bergaya Tionghoa yang masih terpelihara,” ujar Dedy S Musashi.

Bangunan lainnya, lanjut dia, yakni Gedong Duwur turut masuk daftar penetapan karena memiliki nilai historis sehingga layak dijadikan sebagai cagar budaya. Satu bangunan lainnya adalah Asrama KNIL, yang menjadi bagian dari jejak sejarah militer kolonial di Indramayu.

TACB mencatat terdapat hampir 200 objek diduga cagar budaya (ODCB), yang tersebar di Indramayu. Namun belum semuanya ditetapkan sebagai cagar budaya.

”Hingga saat ini total ada 11 bangunan yang telah memperoleh surat keputusan (SK) penetapan, salah satunya Pendopo Kabupaten Indramayu,” tutur Dedy S Musashi.

Dedy pun mengapresiasi partisipasi masyarakat yang dinilai aktif menjaga bangunan sejarah, dari vandalisme dan perusakan sehingga memudahkan proses kajian TACB. Indramayu memiliki jejak historis yang begitu lengkap, mulai dari masa prasejarah hingga masa kolonial.

”Kalau masyarakat dan pemerintah kreatif, bangunan cagar budaya tersebut bisa menjadi kebanggaan daerah,” ucap Dedy S Musashi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#cagar budaya #indramayu #tacb