Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Disbudpar Kota Cirebon Optimalkan Fungsi Gedung Kesenian untuk Teater

Antara • Sabtu, 12 Juli 2025 | 21:16 WIB
Kondisi fasilitas amfiteater di Gedung Kesenian Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Kondisi fasilitas amfiteater di Gedung Kesenian Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon mulai mengoptimalkan fungsi gedung kesenian sebagai pusat aktivitas komunitas teater lokal. Hal itu seiring dengan upaya revitalisasi ruang amfiteater di kawasan tersebut.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, pemanfaatan gedung kesenian tersebut merupakan upaya untuk mendorong geliat seni pertunjukan. Khususnya teater agar lebih aktif dan berkelanjutan.

”Mulai kemarin sudah digunakan oleh beberapa sanggar untuk latihan, khususnya komunitas teater,” kata Agus Sukmanjaya seperti dilansir dari Antara.

Disbudpar telah melakukan perbaikan awal terhadap bagian amfiteater. Termasuk meratakan batu-batu yang rusak dan menyiapkan elemen pendukung seperti backdrop panggung.

Menurut dia, gedung kesenian tersebut akan diarahkan sebagai ruang utama pertunjukan teater. Namun tetap terbuka untuk aktivitas kesenian lain sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem seni budaya secara menyeluruh.

”Kami ingin titik beratnya untuk teater, tetapi tetap terbuka untuk seni budaya lainnya,” ujar Agus Sukmanjaya.

Selain gedung kesenian, lanjut dia, Disbudpar juga memanfaatkan sejumlah ruang lain untuk mendukung ekspresi seni di Kota Cirebon. Seperti Gedung Bundar yang difokuskan untuk kegiatan seni tradisi.

Dia menyebutkan, pola ini dirancang agar setiap ruang memiliki fungsi spesifik yang saling melengkapi, sehingga kegiatan kesenian bisa berjalan simultan dan lebih terfasilitasi.

”Di Gedung Bundar kita arahkan untuk tradisi, tapi bisa juga dikolaborasikan. Museum untuk ekonomi kreatif, kantor Disbudpar nantinya untuk musik,” tutur Agus Sukmanjaya.

Agus menyebutkan, optimalisasi berbagai ruang tersebut dilakukan sambil menunggu proses renovasi menyeluruh terhadap gedung kesenian, yang membutuhkan anggaran besar dan proses jangka panjang. Sementara itu, untuk kegiatan berskala besar, Disbudpar menyiapkan Lapangan Kebumen sebagai lokasi alternatif karena memiliki amfiteater terbuka dan lahan luas.

”Untuk ajang besar kita arahkan ke Kebumen, sedangkan kegiatan komunitas tetap kita dorong berjalan di ruang-ruang yang sudah ada,” tandas Agus Sukmanjaya.

Agus mengatakan Lapangan Kebumen berpotensi menjadi pusat kegiatan seni, sekaligus lokasi Titik Nol Kilometer Kota Cirebon yang baru, sebagai bagian dari pengembangan destinasi budaya.

Dia menilai penyediaan ruang yang terfokus dan sesuai karakter komunitas akan memperkuat perkembangan seni pertunjukan di Kota Cirebon, khususnya teater yang kini mulai bangkit kembali.

”Kami berharap komunitas teater semakin hidup, ruangnya tersedia, penontonnya tumbuh, sehingga Cirebon punya ekosistem seni yang kuat,” ucap Agus Sukmanjaya.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#gedung kesenian #kota cirebon #disbudpar