Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Produksi Naik, Polri Lepas Ekspor Jagung dan Garap Pabrik Pakan Ternak Terbesar di Asia Tenggara

Dhimas Ginanjar • Kamis, 5 Juni 2025 | 13:30 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Rest Area 456 wilayah Salatiga untuk memantau kesiapan arus balik dan one way nasional. (Mabes Polri)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Rest Area 456 wilayah Salatiga untuk memantau kesiapan arus balik dan one way nasional. (Mabes Polri)


JawaPos.com
– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2025 yang digelar di Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6), Polri melepas ekspor perdana 1.200 ton jagung ke Serawak, Malaysia, serta memulai pembangunan 18 gudang penyimpanan jagung di 12 provinsi.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Presiden RI dan menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat swasembada jagung nasional. Panen raya di Bengkayang mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam mengelola pertanian secara modern.

Dari lahan seluas 218,35 hektare yang dikelola bersama, produktivitas melonjak drastis. Hasil panen yang sebelumnya hanya 2 ton per hektare kini meningkat menjadi 9,3 ton per hektare. Peningkatan ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani, yang kini bisa menikmati pendapatan hingga Rp 4 juta per bulan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa Polres Bengkayang bekerja sama dengan Lanud Harry Hadisoemantri, stakeholder lokal, serta kelompok tani dalam pengelolaan lahan, pelatihan, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian.

“Polri melalui Polres Bengkayang berkolaborasi dengan Lanud Harry Hadisoemantri, stakeholder terkait, dan masyarakat untuk melakukan pengelolaan lahan tersebut, mulai dari penanaman, pemberian edukasi, hingga penyediaan Alsintan, sehingga saat ini hasil panen dapat meningkat secara signifikan,” ujar Kapolri.

Keberhasilan ini juga ditopang oleh penggunaan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk presisi MIGO Bhayangkara yang dikembangkan oleh Polda Kalbar. Teknologi tersebut terbukti mampu mendorong produktivitas secara signifikan di tingkat petani.

Untuk mengatasi potensi surplus jagung nasional yang diprediksi mencapai 6 juta ton, Polri menggandeng Perum Bulog dalam menyerap panen dengan harga pembelian pemerintah sebesar Rp 5.500/kg. Selain Kalimantan Barat, ekspor jagung juga dilakukan dari Gorontalo sebanyak 27 ribu ton dan NTB sebesar 20 ribu ton.

Guna mendukung distribusi dan penyimpanan hasil panen, Polri bersama Bulog membangun 18 gudang penyimpanan di atas lahan milik Polri, dengan kapasitas total mencapai 18.000 ton. Pembangunan gudang ini ditargetkan rampung pada Agustus 2025.

Pada sisi hilir, Polri menjalin kerja sama dengan PT Japfa dan PT Charoen Pokphand untuk mengelola hasil panen melalui 47 pabrik pakan ternak (feedmill) di 17 provinsi. Selain itu, dua pabrik pengolahan baru juga tengah dibangun di Maros, Sulawesi Selatan dan Lamongan, Jawa Timur. Pabrik di Lamongan diproyeksikan menjadi fasilitas pengolahan pakan ternak terbesar di Asia Tenggara.

Kolaborasi dari hulu ke hilir diperkuat lewat Koperasi Produsen Teguh Sejahtera yang menjalin kontrak ekspor 20 ribu ton jagung secara bertahap dengan perusahaan pengolahan hasil pertanian di Malaysia. Ekspor perdana hari ini mengirimkan 1.200 ton dengan harga Rp5.900 per kilogram.

Dengan pendekatan menyeluruh ini, Polri membuktikan komitmennya dalam menjaga stabilitas nasional, bukan hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari ketahanan pangan. Kehadiran Polri dalam ekosistem pertanian menunjukkan bahwa institusi ini terus bertransformasi untuk hadir dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

Editor : Dhimas Ginanjar
#swasembada pangan #ketahanan pangan #jagung