Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Kuningan Jadi Lokasi Percontohan Program Pengentasan Kemiskinan dari BP Taskin

Antara • Kamis, 24 April 2025 | 08:07 WIB
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yuniar (dua dari kanan) mendampingi Ketua BP Taskin RI Budiman Sudjatmiko (kanan). (Pemkab Kuningan/Antara)
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yuniar (dua dari kanan) mendampingi Ketua BP Taskin RI Budiman Sudjatmiko (kanan). (Pemkab Kuningan/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Kuningan ditunjuk sebagai lokasi percontohan (pilot project) program linieritas pengentasan kemiskinan oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP Taskin RI).

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, penunjukan tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. Yakni dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah serta menyentuh akar persoalan.

”Kami menyambut baik program ini. Kuningan masih berada di posisi dua terbawah tingkat kemiskinan di Jawa Barat, sehingga diperlukan langkah terobosan dan dukungan dari pusat,” kata Dian seperti dilansir dari Antara di Kuningan.

Dia mengatakan, berdasar data terakhir, angka kemiskinan di Kuningan telah menurun dari 12,78 persen pada 2022 menjadi 11,88 persen pada 2024. Namun angka ini masih di atas rata-rata Jawa Barat (7,46 persen) maupun nasional (8,57 persen).

Menurut dia, permasalahan kemiskinan di Kuningan memiliki korelasi erat dengan tingkat pengangguran. Sekitar 69,26 persen penduduk miskin berasal dari kelompok yang belum bekerja. Sisanya terdiri atas buruh harian lepas, pedagang kecil, pegawai swasta, dan petani.

”Penanganan kemiskinan memerlukan kolaborasi multipihak. Tidak cukup jika hanya pemerintah daerah yang bergerak sendiri,” ujar Dian Rachmat Yanuar.

Dian mengatakan, salah satu wilayah yang menjadi fokus program ini adalah Kecamatan Cimahi, yang memiliki angka kemiskinan cukup tinggi. Didominasi kelompok belum bekerja, pedagang kecil, dan petani.

”BP Taskin RI sudah berkunjung ke Kuningan pada Senin (21/4) untuk merealisasikan hal tersebut,” ujar Dian Rachmat Yanuar.

Sementara itu, Ketua BP Taskin RI Budiman Sudjatmiko menilai, Kuningan memiliki potensi besar dalam sektor pertanian yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan industri berbasis kerakyatan.

”Kuningan ini agraris, tapi potensinya bisa naik kelas menjadi industri pertanian rakyat,” terang Budiman Sudjatmiko.

Dia menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan sektor pertanian, namun juga harus menyasar pendidikan, kesehatan, serta penguatan UMKM dan industri rumah tangga.

BP Taskin RI turut memperkenalkan inovasi pemanfaatan drone pertanian untuk menyemprot pupuk dan insektisida, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

”Ini bagian dari strategi agar petani kita menjadi lebih mandiri dan efisien,” tandas Budiman.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kuningan #kemiskinan #BP Taskin