Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Kuningan Ubah Lahan Tidur Jadi Demplot Jagung Hibrida

Antara • Rabu, 23 April 2025 | 06:15 WIB
Diskatan Kuningan melakulan penanaman jagung hibrida di lahan kurang produktif di Kecamatan Luragung. (Diskatan Kuningan/Antara)
Diskatan Kuningan melakulan penanaman jagung hibrida di lahan kurang produktif di Kecamatan Luragung. (Diskatan Kuningan/Antara)

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan memanfaatkan lahan tidur atau tidak produktif di Kecamatan Luragung. Pemkab membuat demplot jagung hibrida seluas 0,7 hektare untuk mendukung perekonomian warga setempat.

Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, program ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian pangan. Termasuk komoditas jagung.

”Dari lahan yang semula terbengkalai, kini menjadi sumber harapan. Saya mengajak seluruh kepala desa dan petani untuk tidak menyia-nyiakan sejengkal tanah pun. Semua lahan punya potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan,” kata Wahyu Hidayah seperti dilansir dari Antara.

Dia menyebutkan, kegiatan pembukaan lahan dan penanaman perdana dilakukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Luragung Diskatan Kuningan. Pihaknya bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.

Selain menjadi sarana budi daya, kata dia, lokasi ini juga ditetapkan sebagai demplot percontohan yang dilengkapi teknologi pertanian modern. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan pupuk organik cair, yang diklaim mampu meningkatkan hasil panen hingga 30 persen serta menekan penggunaan pupuk kimia.

Selain itu, lanjut Wahyu, digunakan pula alat Corn Seed Planter (CSP) untuk meningkatkan efisiensi penanaman jagung di lahan tersebut.

”Kalau berhasil, ini bisa menjadi model pertanian berkelanjutan yang bisa direplikasi di desa-desa lain,” ujar Wahyu.

Dia menuturkan lahan tersebut sebelumnya hanya ditanami singkong dan sempat tidak dimanfaatkan. Namun berkat dukungan pemerintah daerah, lahan itu kini disulap menjadi pusat kegiatan pertanian yang produktif.

”Ini bagian dari ikhtiar kami untuk bangkit. Kami ingin membuktikan bahwa desa bisa mandiri, dan setiap jengkal tanah bisa bermanfaat,” terang Wahyu Hidayah.

Dia berharap demplot ini tidak hanya menjadi lahan produksi, tetapi juga lokasi edukatif dan inspiratif bagi petani dan masyarakat. Terlebih, posisinya yang berada di tepi Jalan Raya Luragung-Cidahu menjadikan area ini mudah diakses.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#jagung hibrida #kuningan #ketahanan pangan #lahan tidur