"Biasanya saya melaksanakan salat Ied di Alun-alun Purwakarta atau di rumah. Tahun ini, saya berkesempatan merayakan Idul Fitri bersama warga Kota Bandung di Gasibu," ujar Dedi usai salat.
Tidak hanya warga Kota Bandung, jemaah juga datang dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga luar provinsi. Warga dari Lampung, Kalimantan, Garut, Karawang, dan Cianjur turut serta dalam pelaksanaan ibadah di lapangan yang menjadi ikon Jawa Barat itu.
Salat Idul Fitri dimulai pukul 06.30 WIB, dipimpin oleh Ahmad Aijun Nadjib sebagai imam, sementara KH Tata Sukayat, dosen UIN Bandung, menyampaikan khutbah Idul Fitri dengan pesan mendalam tentang makna kemenangan usai Ramadhan.
Dilansir dari jabarprov.go.id, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyampaikan pidato singkat. Salah satu poin utama yang ia soroti adalah peningkatan penerimaan zakat fitrah tahun ini, yang mengalami lonjakan hingga 100 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Kenaikan zakat fitrah ini menunjukkan bahwa kesadaran dan kemampuan ekonomi warga Jawa Barat semakin baik. Ini juga mencerminkan tingkat kesejahteraan yang meningkat," ungkap Dedi.
Selain itu, Dedi menilai perayaan malam takbiran di seluruh wilayah Jawa Barat berjalan aman dan kondusif. Tidak ada insiden besar yang mengganggu jalannya ibadah dan perayaan Idul Fitri.
"Malam takbiran tahun ini berlangsung tertib dan lancar. Alhamdulillah, tidak ada peristiwa yang menonjol atau mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menyambut Idul Fitri," katanya.
Terkait arus mudik, Gubernur Dedi juga menyampaikan bahwa perjalanan pemudik di Jawa Barat terkelola dengan baik berkat koordinasi yang solid antara Forkopimda, lintas sektoral, Pemerintah Pusat, dan Pemda.
"Pengelolaan arus mudik yang baik menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor berjalan efektif. Ini berdampak pada kelancaran perjalanan masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman," tambahnya.
Gubernur juga menyoroti peningkatan kesadaran sosial masyarakat, termasuk dalam menanggapi imbauan pemerintah terkait keamanan dan ketertiban selama Ramadhan dan Idul Fitri.
"Kesadaran warga Jabar terhadap tanggung jawab sosial semakin tinggi. Termasuk dalam imbauan soal premanisme dan larangan meminta THR yang berhasil menciptakan suasana Idul Fitri yang lebih tenang dan khusyuk," ujarnya.
Setelah salat Ied, Gubernur Dedi bersalaman dan bermusafahah dengan jemaah sebagai bentuk silaturahmi. Selanjutnya, ia menggelar open house di Bale Pakuan Bandung, di mana masyarakat bisa menyampaikan ucapan Idul Fitri langsung kepadanya mulai pukul 08.00 - 10.00 WIB.
Baca Juga: Wali Kota Cirebon: Idul Fitri Momentum Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Editor : Candra Mega Sari