JawaPos.com - Menjelang bulan Ramadhan, berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi unik yang diwariskan turun-temurun. Salah satu tradisi khas dari Cirebon adalah Dlugdag, sebuah ritual yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Dlugdag merupakan tradisi yang diselenggarakan di Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi ini tetap dilestarikan hingga kini dan menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga.
Ritual Dlugdag dilakukan oleh laki-laki dari keluarga Keraton yang mengenakan pakaian serba putih dan penutup kepala. Mereka berkumpul di Langgar Agung, sebuah tempat ibadah yang berada di dalam kompleks Keraton Kasepuhan.
"Jadi ini adalah tradisi yang sudah kita jaga dan lestarikan dan sudah berumur ratusan tahun," ujar Pangeran Patih Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Muhammad Nusantara.
Baca Juga: 7 Tips Memilih Celana Kulot untuk Lebaran Sesuai dengan Bentuk Tubuh
Setelah waktu Ashar tiba, para peserta mulai menabuh bedug yang ada di Langgar Agung. Ritual ini diawali oleh Sultan Sepuh XIV, kemudian diikuti oleh para abdi dalem serta masyarakat sekitar.
Tabuhan bedug dalam tradisi Dlugdag tidak dilakukan sembarangan. Irama yang dimainkan berbeda dengan tabuhan bedug saat waktu salat tiba, karena diiringi dengan zikir dan doa.
Ada tiga macam tabuhan dalam tradisi Dlugdag. Pertama, tabuhan diiringi zikir. Kedua, tabuhan yang disertai lafadz "Allah". Ketiga, tabuhan dengan bacaan "La hawla wala quwwata illa billah".
Bedug yang digunakan dalam ritual ini bukanlah bedug biasa, melainkan bedug peninggalan Sunan Gunung Jati. Bedug ini masih digunakan hingga kini sebagai penanda waktu sholat di Langgar Agung dan dikenal dengan nama Samogiri.
Selain sebagai bagian dari tradisi, Dlugdag juga memiliki makna mendalam. Tabuhan bedug ini menjadi tanda bahwa malam harinya umat Islam sudah mulai melaksanakan sholat Tarawih.
Baca Juga: OTW Ada Anime dan Filmnya, Simak Sinopsis dan Fakta-Fakta Omniscient Reader's Viewpoint!
Tradisi ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi masyarakat bahwa bulan Ramadhan telah tiba. Suara bedug yang menggema mengajak umat Muslim untuk bersiap menyambut bulan penuh berkah.
Selain sebagai penanda waktu, Dlugdag juga membawa pesan spiritual bagi masyarakat. Tradisi ini mengajak umat Islam untuk menyambut Ramadhan dengan kebahagiaan dan penuh suka cita.
Bulan Ramadhan adalah waktu yang istimewa, penuh dengan ampunan dan keberkahan. Melalui tradisi seperti Dlugdag, masyarakat Cirebon diajak untuk menyambutnya dengan hati yang suci dan penuh syukur. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah