Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Eks Jamaah Islamiyah Berikrar Setia ke NKRI, Kapolri Sigit: Ini Langkah Menuju Indonesia Emas 2045

Dhimas Ginanjar • Minggu, 22 Desember 2024 | 11:07 WIB

 

 

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) dan ikrar kesetiaan kepada Pancasila. (Mabes Polri)
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) dan ikrar kesetiaan kepada Pancasila. (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) dan ikrar kesetiaan kepada Pancasila yang dilakukan oleh para mantan anggota Jamaah Islamiyah. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror atas upaya luar biasa mereka dalam merangkul eks anggota JI kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tentunya kami hari ini mewakili rekan-rekan semua, institusi Polri, dan juga negara mengucapkan terima kasih, serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kerja keras BNPT, Densus 88, dan kolaborasi luar biasa dengan para sahabat eks Jamaah Islamiyah," ujar Kapolri dalam deklarasi yang berlangsung di Convention Hall Terminal Tirtonadi, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (21/12/24).

Pendekatan Humanis Berbuah Hasil
Menurut Jenderal Sigit, BNPT dan Densus 88 telah menggelar sebanyak 45 pertemuan dengan mantan anggota Jamaah Islamiyah. Pendekatan yang dilakukan melalui dialog dan kegiatan kolaboratif ini membuahkan hasil signifikan, yakni kesediaan mereka untuk kembali berpegang pada ideologi Pancasila dan bersumpah setia kepada NKRI.

"Melalui kerja keras dalam 45 kali pertemuan, akhirnya tercapai kesepakatan dan ikrar bersama untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi kita semua," tambah Kapolri.

Langkah Besar Menuju Bangsa yang Lebih Baik
Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah langkah penting dalam membangun bangsa yang lebih baik dan mempersatukan kembali elemen masyarakat yang sempat berseberangan dengan NKRI. Deklarasi ini juga menjadi simbol kerja keras dan semangat bersama untuk menjaga keamanan dan persatuan, khususnya menjelang Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

"Upaya ini adalah wujud semangat kita semua untuk bekerja keras membangun bangsa menuju Indonesia yang lebih maju. Ini adalah bagian dari perjalanan menuju visi Indonesia Emas 2045," jelasnya.

Kolaborasi untuk Masa Depan Bangsa
Kapolri berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi upaya lain dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Ia juga mengapresiasi semangat semua pihak yang terlibat dalam proses panjang merangkul kembali para mantan anggota Jamaah Islamiyah ke jalan ideologi negara.

"Terima kasih atas kerja keras dan semangat bersama. Mari kita terus bekerja keras untuk menjadikan Indonesia negara yang maju dan damai," tutupnya.

Deklarasi ini menandai momen penting dalam upaya deradikalisasi dan pemulihan ideologi nasional, dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi keamanan dan stabilitas nasional.

Editor : Dhimas Ginanjar
#bnpt #jamaah islamiyah #Listyo Sigit Prabowo #densus 88 #kapolri #nkri