Tradisi ini merupakan ungkapan syukur masyarakat Cirebon setelah menjalani bulan Ramadan dan berfungsi sebagai momen penting untuk menghormati para leluhur, khususnya Sunan Gunung Jati, yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Indonesia.
Ritual Grebeg Syawal diawali dengan berkumpulnya keluarga Sultan di Pendopo Jinem Keraton Kanoman. Dipimpin oleh Sultan Kanoman atau wakilnya, rombongan kemudian melakukan perjalanan menuju Astana Gunung Sembung, lokasi makam Sunan Gunung Jati.
Setibanya di Astana Gunung Sembung, keluarga keraton memasuki kompleks makam dengan penuh khidmat. Dalam prosesi ini, rombongan keluarga Keraton Kanoman melewati serangkaian pintu yang dikenal sebagai Lawang Pitu (tujuh pintu), yang memiliki makna simbolis dalam perjalanan spiritual menuju makam Sunan Gunung Jati.
Dimulai dari pintu Gapura sebagai gerbang awal, mereka melanjutkan ke pintu Krapyak, kemudian memasuki pintu Pasujudan, tempat peziarah berdoa dan bertawasul. Pintu selanjutnya Ratna Komala yang melambangkan keindahan dan harapan, Jinem yang menjadi simbol pencarian pengetahuan, Rararoga yang menggambarkan penghalang dari rintangan, Kaca yang menjadi tempat refleksi diri, Bacem yang menandakan rasa syukur atas rezeki, dan Teratai sebagai pintu terakhir menuju ruangan dalam Pesarean.
Baca Juga: Merasakan Sensasi Petualangan di Kubang River Tubing, Wisata Arum Jeram yang Memacu Adrenalin
Prosesi selanjutnya adalah doa bersama dan tahlilan untuk mendoakan raja-raja Kesultanan Kanoman Cirebon yang telah wafat.
Dalam prosesi Grebeg Syawal ini, hanya anggota keluarga keraton dan keturunan langsung yang diperbolehkan untuk berziarah ke makam Sunan Gunung Jati, menandakan penghormatan yang tinggi kepada leluhur.
Salah satu tradisi unik yang menarik perhatian dalam Grebeg Syawal adalah surak. Surak merupakan prosesi pelemparan uang koin oleh keluarga keraton kepada masyarakat. Masyarakat akan berebut untuk mendapatkan uang koin tersebut yang diyakini membawa berkah. Hal ini menciptakan suasana meriah. Tak hanya itu, sebagian warga percaya bahwa siapapun yang menerima koin tersebut akan mendapatkan keberkahan dalam hidup mereka.
Grebeg Syawal bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Acara ini memperkuat hubungan antara keraton dan masyarakat Cirebon, menciptakan rasa solidaritas dan kebersamaan. Kehadiran ribuan warga dalam prosesi ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi ini bagi kehidupan sosial masyarakat setempat.
Editor : Candra Mega Sari