JawaPos.com–Cirebon merupakan kota yang kaya akan sejarah dan budaya juga memiliki kekayaan permainan tradisional yang unik. Permainan-permainan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian budaya.
Dilansir dari disparbud.jabarprov.go.id, berikut beberapa permainan tradisional khas Cirebon yang masih eksis hingga sekarang.
- Klotokan
Klotokan adalah permainan tradisional yang sederhana namun mengasyikkan. Mainan ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti bambu, roda, dan kaleng bekas. Cara memainkannya pun mudah, cukup dorong klotokan agar rodanya berputar dan kaleng berbunyi klotok-klotok.
Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga memiliki banyak manfaat seperti melatih motorik kasar, meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Selain itu, bunyi khas klotokan juga menjadi ciri khas yang membangkitkan nostalgia masa kecil.
- Bebentengan
Permainan bebentengan adalah permainan tradisional yang seru dan mengasyikkan. Biasanya dimainkan oleh banyak orang. Permainan ini melibatkan dua kelompok atau lebih yang saling berusaha menaklukkan benteng lawan.
Setiap kelompok akan memilih sebuah titik sebagai markas atau benteng. Tujuannya adalah menyentuh anggota kelompok lawan dan membawanya ke dalam penjara.
Permainan ini tidak hanya melatih fisik seperti kecepatan dan kelincahan, tetapi juga melatih strategi dan kerja sama tim.
- Congklak
Congklak adalah permainan tradisional yang sangat populer di Indonesia termasuk di Cirebon. Permainan ini menggunakan papan khusus dengan lubang-lubang kecil dan besar yang diisi dengan biji. Pemain akan mengambil semua biji dari satu lubang dan menyebarkannya ke lubang lain secara bergiliran.
Tujuannya adalah mengumpulkan biji sebanyak-banyaknya di lubang besar yang menjadi rumah pemain. Congklak tidak hanya seru untuk dimainkan, tetapi juga melatih kemampuan berhitung, logika, dan kesabaran.
- Sorodot Gaplok
Sorodot Gaplok adalah permainan tradisional khas Cirebon yang melibatkan dua kelompok yang saling berusaha menjatuhkan batu lawan dengan batu yang mereka miliki. Dalam permainan ini, setiap pemain membawa batu seukuran telapak tangan dan membuat tiga garis sebagai area bermain.
Pemain dari kelompok yang menang akan melempar batu ke arah batu lawan yang disusun di garis ketiga. Jika mengenai sasaran, pemain maju ke garis tengah dan meletakkan batunya di atas punggung kaki sebelum melempar lagi. Kelompok yang berhasil menjatuhkan semua batu lawan dinyatakan sebagai pemenang.
Selain mengasah keterampilan fisik, Sorodot Gaplok juga melatih kerja sama dan konsentrasi antar pemain, menjadikannya sebagai bagian penting dari warisan budaya lokal.
- Oray-orayan
Oray-orayan adalah permainan tradisional khas Cirebon yang juga dikenal luas di Jawa Barat yang dimainkan oleh minimal lima orang. Dalam permainan ini, anak-anak membentuk barisan seperti ular, dengan satu anak di depan sebagai kepala dan lainnya berpegangan pada pundak satu sama lain. Mereka berjalan sambil menyanyikan lagu berbahasa Sunda yang menggambarkan gerakan ular.
Ketika lagu selesai, kepala berusaha menangkap ekor, sementara ekor harus menghindar, menciptakan kesan ular yang meliuk-liuk. Permainan ini mengajarkan kerja sama dan keceriaan, serta cocok untuk anak-anak dengan usia yang seragam agar dapat bergerak lincah bersama.
- Gasing
Gasing adalah permainan tradisional yang melibatkan sebuah alat berputar yang terbuat dari kayu yang biasanya berbentuk bulat dengan bagian bawah yang runcing. Cara bermainnya cukup sederhana di mana pemain melilitkan tali pada gasing, melemparkannya ke tanah, dan menarik tali untuk memutar gasing. Gasing akan berputar pada porosnya, dan permainan ini sering dimainkan secara kompetitif untuk melihat siapa yang gasingnya dapat berputar paling lama.
Gasing memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Selain sebagai permainan, gasing juga memiliki nilai budaya yang tinggi dan sering dipertandingkan dalam festival.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah