JawaPos.com–Pemkab Cirebon memastikan stok bahan pangan khususnya beras sebanyak 35 ribu ton bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2024.
”Ketersediaan pangan khususnya Kabupaten Cirebon sudah aman. Dari sisi beras, yang tersedia di gudang milik Bulog saja tersedia 35 ribu ton,” kata Penjabat (Pj) Bupati Cirebon Wahyu Mijaya seperti dilansir dari Antara di Cirebon.
Dia menjelaskan, beras yang tersimpan itu memiliki kualitas baik. Bisa disalurkan ke pasar tradisional hingga ritel modern untuk dibeli warga di Kabupaten Cirebon.
Menurut dia, stok beras tersebut rata-rata tersimpan di lima gudang yang dikelola Perum Bulog Cabang Cirebon. Proses distribusi komoditas tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerahnya.
”Saya sudah cek kondisi beras di Gudang Bulog Cirebon di Kecamatan Kedawung. Hasilnya, kualitas beras masih layak dan terjamin. Di gudang itu masih ada 14 ribu ton beras,” ujar Wahyu Mijaya.
Dari stok tersebut, kata dia, sebanyak 2.800 ton telah dialokasikan untuk penyaluran bantuan pangan yang didistribusikan secara merata kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran itu dilakukan untuk menjaga suplai beras, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah di Kabupaten Cirebon.
Selain itu, dia mengatakan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga berjalan baik. Proyeksi distribusi beras mencapai 1.000 ton per bulan untuk Kabupaten Cirebon.
”Artinya, dengan asumsi tadi kita masih aman untuk sekian bulan atau sampai akhir tahun ini,” papar Wahyu Mijaya.
Tidak hanya beras, Wahyu menyebutkan, stok komoditas pangan lain juga masih dalam kondisi aman. Misalnya cadangan gula di Kabupaten Cirebon saat ini tersedia 62 ton.
Sedangkan untuk minyak goreng, cadangan yang dimiliki Kabupaten Cirebon sekitar 17 ton. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga dalam waktu dekat.
Dia menjelaskan, jika terjadi gejolak harga maupun suplai bahan pangan berkurang, pihaknya akan mengambil langkah intervensi agar kondisi tersebut kembali stabil. Ketersediaan beras dan komoditas penting lain masih terjaga dengan baik.
”Pemerintah terus memantau perkembangan untuk memastikan stabilitas pangan,” terang Wahyu Mijaya.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah