JawaPos.com - Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Nasaruddin Umar, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (5/5/2025). Pertemuan ini membahas penjajakan kerja sama strategis antara Indonesia dan Turki dalam bidang agama, pendidikan, dan budaya.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sebagaimana dilansir dari kemenag.go.id, Dubes Küçükcan menyampaikan rencana pengembangan Turkish Corner di lingkungan Masjid Istiqlal. Inisiatif ini akan menjadi simbol persahabatan dan kolaborasi nyata antara dua negara dengan sejarah panjang dalam dunia Islam.
Menurut Dubes Turki, Turkish Corner nantinya akan berfungsi sebagai ruang dialog dan pertukaran budaya, sekaligus wadah untuk memperkenalkan kekayaan warisan Islam Turki. Pemerintah Turki akan bekerja sama dengan Kementerian Agama RI serta pengelola Masjid Istiqlal dalam pelaksanaannya.
Menag Nasaruddin menyambut baik rencana tersebut dan menilai bahwa kerja sama ini sangat potensial mempererat hubungan keagamaan kedua negara.
"Selain Turkish Corner, kita juga membahas pertukaran pelajar, imam, khatib, dosen, dan mahasiswa," ujar Menag.
Menag menegaskan, pertukaran imam dan khatib antara Indonesia dan Turki akan memperluas wawasan keislaman masyarakat kedua negara. Ini sekaligus memperkuat karakter Islam moderat yang menjadi semangat bersama Indonesia dan Turki.
Dalam sektor pendidikan, program pertukaran pelajar dan dosen juga akan ditingkatkan. Hal ini menjadi peluang emas bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar langsung di lembaga pendidikan Islam di Turki, dan sebaliknya.
Lebih lanjut, rencana kerja sama juga mencakup penyelenggaraan pameran bertema Turki-Ottoman di Indonesia. Pameran ini akan menampilkan sisi historis dan kebudayaan kekhalifahan Ottoman yang pernah berjaya di dunia Islam.
"Kalau sekarang kita sedang menggelar pameran Jembatan Arab Saudi-Indonesia, nanti akan ada juga Jembatan Indonesia-Turki bertema Ottoman," ungkap Menag. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari diplomasi budaya yang menguatkan hubungan antarbangsa.
Pameran ini diharapkan menjadi jembatan pengetahuan bagi masyarakat Indonesia dalam mengenal lebih jauh sejarah peradaban Islam di wilayah Eropa dan Asia Tengah. Selain itu, kegiatan semacam ini juga mampu mempererat hubungan antarmasyarakat secara kultural.
Menag menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah penyelenggaraan ibadah haji 1446 H. Oleh karena itu, pembahasan teknis terkait kerja sama strategis akan dilanjutkan setelah musim haji.
"Insya Allah, pembahasan lanjutan bisa dilakukan setelah musim haji, sekitar bulan Juli atau Agustus," jelas Menag. Ia berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi umat Islam di kedua negara.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi strategis Indonesia-Turki di bidang keagamaan dan kebudayaan. Kedua negara berkomitmen melanjutkan dialog intensif demi mempererat hubungan bilateral yang produktif dan saling menguntungkan.
Sebagaimana dilansir dari kemenag.go.id, Kementerian Agama melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari diplomasi lintas negara yang selaras dengan visi Islam rahmatan lil ‘alamin. Kerja sama keagamaan ini diharapkan mampu memperkuat perdamaian dan moderasi beragama di tingkat global.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah