Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Nabung Seribu Sehari, Petugas Kebersihan Ini Akhirnya Berangkat Haji Setelah Puluhan Tahun

Fawwaz Ralli Perdana • Rabu, 30 April 2025 | 19:30 WIB

Legiman dan istrinya, Baniyah, calon jemaah haji dari Kabupaten Semarang (Dok. kemenag.go.id)
Legiman dan istrinya, Baniyah, calon jemaah haji dari Kabupaten Semarang (Dok. kemenag.go.id)
JawaPos.com - Legiman (66), seorang petugas kebersihan asal Dusun Glagahombo, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, membuktikan bahwa ketekunan dan kesabaran mampu mengantarkan siapa saja ke Tanah Suci. Setelah puluhan tahun bekerja mengambil sampah rumah tangga, akhirnya ia berangkat haji bersama istrinya, Baniyah (66).

Sejak tahun 1976, Legiman telah mengabdikan diri sebagai pengangkut sampah dari rumah ke rumah. Setiap pagi ia memulai pekerjaannya pukul 06.30 WIB menggunakan sepeda motor yang ditarik gerobak, menyusuri jalan-jalan perkampungan hingga pukul 11.00 WIB.

Rata-rata, ia melayani 50 rumah di wilayah Ngampin dan sekitarnya. Dari upahnya yang sederhana, Legiman memiliki kebiasaan menabung seribu rupiah setiap hari, sebuah rutinitas yang ia mulai sejak tahun 1986.

Awalnya, kebiasaan menabung itu sekadar untuk berjaga-jaga dari ketidakpastian penghasilan. Namun seiring waktu, pada tahun 2012, jumlah tabungannya mencapai Rp 55 juta—angka yang cukup untuk mendaftar haji.

"Alhamdulillah, anak-anak semua mendukung. Yang penting daftar dulu, pelunasan dan uang saku nanti bisa dipikirkan kemudian," ujar Legiman, menirukan ucapan anak-anaknya saat itu.

Sejak resmi mendaftar, ia dan sang istri semakin disiplin dalam menabung. Tak hanya dari pekerjaan utamanya, Legiman juga mengumpulkan dana dari hasil menjual barang rosokan untuk menambah pundi-pundi tabungannya.

Ia mengatakan, menabung dilakukan hanya setelah kebutuhan rumah tangga tercukupi. "Kalau kebutuhan rumah sudah cukup, baru saya sisihkan. Karena tanggung jawab laki-laki itu mencukupi kebutuhan istri dan anak," ungkapnya dalam bahasa Jawa halus.

Perjalanan panjang Legiman akhirnya membuahkan hasil. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Ta'yinul Biri Bagus Nugroho, mengonfirmasi bahwa Legiman dan istrinya termasuk dalam kelompok jemaah haji yang berhak melunasi dengan status cadangan.

"Karena kuota masih tersedia, maka mereka masuk dalam jemaah cadangan berhak lunas yang bisa diberangkatkan tahun ini," jelas Gus Bagus, sapaan akrabnya.

Keduanya akan tergabung dalam kloter 35 bersama jemaah dari Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Proses keberangkatan ini menjadi bukti bahwa keistiqamahan dalam berusaha pasti akan menuai hasil.

"Alhamdulillah, kisah Mbah Legiman ini sangat menginspirasi. Haji bukan hanya soal panggilan, tetapi juga perjuangan dan pengorbanan yang tulus," tutup Gus Bagus.

Dilansir dari kemenag.go.id, kisah Legiman menjadi teladan nyata tentang arti kesabaran dan komitmen dalam meraih impian spiritual, sekaligus menjadi cermin semangat masyarakat kecil dalam beribadah.

Editor : Candra Mega Sari
#menabung #petugas kebersihan #berangkat haji #semarang