Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Kemenag Targetkan Peningkatan Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2025, Petugas Diminta Layani Sepenuh Hati

Fawwaz Ralli Perdana • Kamis, 17 April 2025 | 21:00 WIB
Plt Irjen Kemenag, Faisal Ali Hasyim, saat memberikan pembekalan kepada calon petugas haji dalam Bimtek PPIH Arab Saudi 1446H/2025M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. (Dok. kemenag.go.id)
Plt Irjen Kemenag, Faisal Ali Hasyim, saat memberikan pembekalan kepada calon petugas haji dalam Bimtek PPIH Arab Saudi 1446H/2025M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. (Dok. kemenag.go.id)

JawaPos.com - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mengupayakan peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya. Salah satu indikator penting yang menjadi perhatian utama adalah Indeks Kepuasan Jemaah Haji (IKJH).

Plt Inspektur Jenderal Kemenag, Faisal Ali Hasyim, menyampaikan bahwa IKJH menjadi cermin keberhasilan operasional ibadah haji. Ia menekankan pentingnya menciptakan pengalaman haji yang aman, nyaman, dan menyenangkan sejak proses awal pemberangkatan.

"Indeks ini menjadi tolok ukur keberhasilan. Kita harus membuat jemaah tersenyum sejak berangkat. Aman, nyaman, dan sukses,” ujar Faisal saat memberikan materi dalam kegiatan Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Kamis (17/04/2025), dikutip dari kemenag.go.di.

Faisal menyampaikan bahwa pelayanan prima memiliki dampak langsung terhadap tingkat kepuasan jemaah. Oleh sebab itu, seluruh petugas diharapkan bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab selama operasional haji berlangsung.

"Pelayanan yang prima berdampak langsung pada meningkatnya indeks kepuasan. Ini adalah kerja bersama yang harus kita jaga," tegasnya.

Menurut data Kemenag, IKJH mengalami peningkatan dari 85,83 pada tahun 2023 menjadi 88,20 pada tahun 2024. Dengan tren positif ini, Kemenag menargetkan capaian yang lebih tinggi untuk operasional haji 1446H/2025M.

"Tahun ini harus lebih baik lagi. Tidak hanya angka yang meningkat, tapi juga kualitas pelayanan secara keseluruhan," imbuh Faisal.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan bahwa layanan haji terbagi menjadi dua kategori besar, yakni layanan dalam negeri dan luar negeri. Layanan luar negeri meliputi transportasi, akomodasi di Armuzna, katering, serta pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Sementara itu, layanan dalam negeri mencakup embarkasi, pengurusan dokumen, asuransi jemaah, dan penerbangan. Semua unsur ini harus ditata secara terkoordinasi agar memberikan kenyamanan optimal bagi jemaah.

"Semua komponen ini harus disiapkan dengan matang agar memberi kepuasan maksimal. Tidak boleh ada yang terabaikan," jelas Faisal lebih lanjut.

Selain aspek teknis, ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan. Faisal menyoroti perlunya pendekatan inklusif dan empatik kepada seluruh jemaah, khususnya mereka yang lanjut usia.

Sekitar 5 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia tahun ini terdiri dari lansia. Oleh karenanya, para petugas diminta memperlakukan setiap jemaah seperti orang tua sendiri dalam memberikan layanan.

"Layani jemaah seperti melayani orang tua sendiri. InsyaAllah, itu yang akan membawa kita menjadi haji yang mabrur," tuturnya penuh harap.

Sebagaimana dilansir dari kemenag.go.id, Kemenag menegaskan bahwa kepuasan jemaah merupakan indikator utama keberhasilan misi pelayanan haji. Dengan kesiapan teknis dan spiritual, para petugas diharapkan mampu menjaga reputasi Indonesia sebagai salah satu negara penyelenggara haji terbaik di dunia.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#2025 #Indeks Kepuasan Jemaah Haji #haji #kemenag