Direktur Bina Haji Kemenag, Musta'in Ahmad, dalam sambutannya menekankan pentingnya tanggung jawab dan integritas para petugas dalam menjalankan amanah pelayanan kepada jemaah. Ia menegaskan bahwa pelayanan haji bukan sekadar tugas administratif, tetapi sebuah tanggung jawab spiritual yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.
"Bimtek ini dilaksanakan untuk mempersiapkan para calon petugas saat melayani jemaah haji di Saudi nantinya. Amanah pelayanan ini harus tuntas kita laksanakan," ujarnya tegas pada Senin (14/04/2025) malam.
Lebih lanjut, Musta'in menyoroti pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi tantangan di lapangan yang seringkali tidak terduga. Ia menyebut bahwa petugas harus memiliki mental pemenang, siap menghadapi hambatan, dan tidak mudah panik dalam situasi sulit.
"PPIH Arab Saudi tidak boleh cengeng, dan jangan lemah. Kita tidak boleh khawatir dalam memberikan pelayanan bagi ratusan ribu jemaah haji," lanjutnya, didampingi Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Achmad Fauzin.
Salah satu aspek penting dalam bimtek kali ini adalah pembentukan tim yang solid melalui penerapan 'Pola 267' atau 'Relasi'. Konsep ini mendorong setiap petugas untuk saling mengenal lebih dalam dan membangun komunikasi yang baik di antara sesama petugas.
Menurut Musta'in, kerja sama tim menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan. "Relasi antar sesama harus dijaga. Semua satu tim, bukan individu. Petugas dari berbagai latar belakang harus disatukan dalam semangat pengabdian kepada jemaah," tegasnya.
Kondisi di lapangan menuntut fleksibilitas tinggi dari setiap petugas. Musta’in mencontohkan bagaimana seorang petugas akomodasi harus siap membantu tim transportasi bila diperlukan, mencerminkan sikap saling bahu membahu dalam menjalankan tugas.
Soliditas dan kekompakan tim menjadi nilai strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan di Arab Saudi. Oleh karena itu, seluruh peserta bimtek diajak untuk menanamkan rasa empati dan komitmen bersama sejak awal pelatihan.
Bimtek yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 20 April 2025 ini tidak hanya membekali calon petugas dengan keterampilan teknis, tetapi juga pengetahuan mendalam mengenai manajemen pelayanan haji, kebencanaan, serta penanganan kondisi darurat.
Harapannya, para petugas PPIH 2025 nantinya memiliki kemampuan adaptif dan responsif dalam menghadapi dinamika ibadah haji yang kompleks, serta mampu menciptakan kenyamanan dan kekhusyukan bagi jemaah Indonesia selama beribadah di Tanah Suci.
Dilansir dari kemenag.go.id, Kemenag menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan haji tahun ini menjadi fokus utama pemerintah. Kesiapan petugas menjadi fondasi dalam mewujudkan pelayanan haji yang profesional dan humanis.
Dengan pelatihan yang komprehensif ini, diharapkan pelayanan haji tahun 2025 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu memberikan pengalaman spiritual terbaik bagi jemaah, sekaligus menjadi wajah profesionalisme Indonesia di mata dunia internasional.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Kunjungan Wakil PM Rusia, Bahas Format Baru Kerja Sama Ekonomi Bilateral
Editor : Candra Mega Sari