Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemerintah Percepat Pembentukan Kopdes Merah Putih demi Swasembada dan Kesejahteraan Desa

Fawwaz Ralli Perdana • Jumat, 11 April 2025 | 20:40 WIB

Para menteri dan pejabat tinggi negara saat mengikuti rapat koordinasi percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih di Jakarta, Kamis (10/4/2025). (Dok. setneg.go.id)
Para menteri dan pejabat tinggi negara saat mengikuti rapat koordinasi percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih di Jakarta, Kamis (10/4/2025). (Dok. setneg.go.id)
JawaPos.com - Pemerintah Republik Indonesia (RI) terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai strategi nasional dalam mencapai kemandirian pangan dan pemerataan ekonomi dari desa. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) lintas kementerian yang digelar di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

Rakor dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Turut hadir di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.

Dalam keterangan pers usai rapat, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang resmi berlaku sejak 27 Maret 2025. Inpres ini menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam mendorong koperasi sebagai poros ekonomi desa.

"Segera kami tindak lanjuti Inpres 9/2025 dalam rapat koordinasi ini untuk mempercepat pembentukan Kopdes Merah Putih," tegas Menko Pangan.

Rakor juga membahas strategi quick win berupa percepatan pembentukan koperasi, penyediaan layanan dasar, serta penguatan unit usaha wajib dalam koperasi. Upaya ini akan dilakukan secara terintegrasi agar tidak terjadi tumpang tindih antarprogram kementerian dan lembaga.

Zulkifli menekankan bahwa program ini bukan sekadar ekonomi, tetapi sebuah gerakan gotong royong yang mewujudkan cita-cita pendiri bangsa. Koperasi desa diharapkan menjadi tulang punggung penguatan ekonomi rakyat dari bawah.

"Ini ide yang sangat bagus dan sejatinya inilah cita-cita pendiri negeri ini, bahwa ekonomi kita berdasarkan gotong royong," ujar Zulkifli.

Kopdes Merah Putih akan menjalankan beragam unit usaha, mulai dari pengelolaan bahan pokok murah, apotek desa, klinik, layanan simpan pinjam, hingga distribusi pangan. Koperasi ini juga akan berperan strategis dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyampaikan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan bentuk reformasi koperasi berbasis desa. "Kami ingin koperasi hadir sebagai solusi konkret bagi masalah-masalah ekonomi masyarakat di tingkat desa," katanya dalam rakor.

Saat ini, dari total 72.456 desa yang ada di Indonesia, baru sekitar 32.416 desa yang memiliki koperasi aktif. Pemerintah menargetkan pembentukan atau revitalisasi 80.000 koperasi desa dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan target ambisius, kolaborasi antara kementerian dan pemerintah daerah akan menjadi kunci sukses. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital akan diintegrasikan dalam sistem koperasi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria juga turut mendukung inisiatif ini. Mereka menyebut koperasi desa akan menjadi garda terdepan dalam mendorong ketahanan pangan dari hulu ke hilir.

Menurut informasi yang dilansir dari setneg.go.id, program Kopdes Merah Putih menjadi salah satu prioritas nasional untuk meningkatkan daya saing desa dan mempercepat pembangunan wilayah perdesaan secara merata dan berkelanjutan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri Antalya Diplomacy Forum, Soroti Peran Diplomasi di Tengah Fragmentasi Global

Editor : Candra Mega Sari
#kesejahteraan desa #swasembada #Kopdes Merah Putih #Pemerintah Republik Indonesia (RI)