JawaPos.com - Kiper yang membuang waktu dengan menahan bola terlalu lama akan dikenai hukuman berupa tendangan sudut atau corner cick. Dilansir dari The Guardian, keputusan ini telah dikonfirmasi oleh International Football Association Board (Ifab) sebagai badan pembuat aturan dalam sepak bola.
Aturan baru ini akan mulai berlaku musim panas ini. Kiper diberikan waktu delapan detik untuk menangkap dan mendistribusikan bola sebelum dihukum. Wasit akan memberikan peringatan dengan hitungan mundur lima detik sebelum menjatuhkan sanksi.
“Menahan bola terlalu lama telah menjadi masalah dalam sepak bola selama bertahun-tahun, jadi kami mengambil tindakan,” ujar Patrick Nelson, CEO Asosiasi Sepak Bola Irlandia yang memimpin Rapat Umum Tahunan Ifab di Belfast.
“Hasil uji coba menunjukkan hasil yang sangat positif, sehingga kami akan segera menerapkannya dalam hukum permainan,” tambahnya.
Perubahan ini diterapkan setelah uji coba di lebih dari 400 pertandingan, termasuk di kompetisi akademi Premier League 2. Sebelumnya, aturan yang berlaku memberi waktu enam detik bagi kiper untuk menggerakkan bola dan pelanggarannya dihukum tendangan bebas tidak langsung. Dengan aturan baru ini, hukuman berupa tendangan sudut dianggap lebih efektif.
Ifab melihat perubahan ini sebagai revolusi dalam sepak bola. Untuk pertama kalinya, pelanggaran dalam permainan akan dihukum dengan cara selain tendangan bebas atau penalti.
David Elleray, mantan wasit Premier League dan kini Direktur Teknik Ifab, menyoroti pertandingan Brighton melawan Manchester United musim lalu sebagai contoh. Dalam laga tersebut, kiper United menahan bola rata-rata 4,8 detik, sementara kiper Brighton rata-rata 14,8 detik.
“Perubahan aturan yang baik adalah yang memiliki efek jera yang kuat, sehingga masalahnya bisa dihilangkan. Jika aturan ini bisa mempercepat permainan dan memberikan dampak positif, maka ini bisa menjadi salah satu perubahan yang sangat efektif,” kata Elleray.
Pengumuman Lain: Regulasi Offside Baru, Kamera Tambahan di Tubuh Wasit
Pendekatan baru terhadap pemborosan waktu bukan satu-satunya perubahan yang diumumkan Ifab. Perubahan lain adalah kelanjutan uji coba aturan offside yang lebih berpihak kepada penyerang. Dalam aturan baru yang didukung Arsène Wenger, seorang pemain dianggap onside jika ada bagian dari tubuhnya yang sejajar dengan bek terakhir.
Saat ini, pemain dianggap offside jika bagian tubuh yang bisa mencetak gol melewati pemain bertahan terakhir. Namun, dalam uji coba baru, pemain dianggap onside jika ada bagian tubuhnya yang sejajar dengan lawan. Selain lebih adil, perubahan ini juga memudahkan teknologi pelacakan untuk membuat keputusan lebih cepat.
Perubahan lain yang diumumkan adalah penggunaan kamera tubuh oleh wasit dalam kompetisi FIFA. Teknologi ini telah diuji coba di level akar rumput di Inggris dan bertujuan untuk mengurangi pelecehan terhadap wasit. Uji coba lebih lanjut akan dilakukan pada Piala Dunia Antarklub musim panas ini.
Harapannya, kamera tubuh ini tidak hanya membantu wasit, tetapi juga meningkatkan pengalaman menonton di televisi. Rekaman dari kamera ini bisa digunakan untuk menampilkan sudut pandang baru dalam tayangan ulang.
“Kamera tubuh untuk wasit akan diuji di Piala Dunia Antarklub untuk memberikan rekaman tambahan yang bisa meningkatkan kualitas produksi siaran,” kata Mattias Grafström, Sekretaris Jenderal FIFA.
“Mungkin lebih banyak digunakan dalam tayangan ulang, tetapi kami yakin ini akan menambah pengalaman bagi penonton di televisi,” ucap Mattias kembali.
Beragam perubahan ini nantinya baru akan diterapkan pada musim berikutnya. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah