JawaPos.com–Hadirnya platform streaming, cara menonton TV telah berubah drastis. Kini, dapat mengakses ribuan acara TV, film, dan dokumenter, kapan saja tanpa harus menghadapi iklan yang mengganggu.
Di Amerika Serikat, orang menghabiskan rata-rata 21 jam per minggu untuk menonton media digital streaming. Selain itu, hampir semua rumah tangga (99 persen) memiliki setidaknya satu layanan streaming. Namun, menonton berlebihan seperti menonton dua hingga enam episode serial TV sekaligus dapat berdampak buruk.
Sebelum Anda melanjutkan maraton menonton berikutnya, dilansir dari laman Northwestern Medicine baiknya mempertimbangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari kebiasaan maraton nonton.
- Maraton Film Itu Seperti Narkoba yang Membuat Kecanduan
Saat Anda menonton serial favorit dalam waktu lama, otak Anda memproduksi dopamine, zat kimia yang meningkatkan perasaan senang dan kebahagiaan. Dopamin memberikan rasa senang yang mirip dengan efek zat adiktif, membuat Anda ingin terus menonton. Tidak mengherankan jika 73 persen orang yang disurvei Netflix melaporkan perasaan positif saat menonton secara maraton.
”Perilaku dan pikiran kita, jika diulang dari waktu ke waktu, dapat menjadi pola saraf dan kebiasaan yang sebenarnya sulit dihentikan atau diubah,” kata Dr. Danesh A Alam, MD.
Anda mungkin kesulitan mengatur waktu menonton, merasa perlu menambah durasi untuk merasakan kepuasan yang sama, atau bahkan menjadi defensif dan mudah tersinggung ketika diminta berhenti. Kebiasaan ini bisa memicu perilaku seperti berbohong untuk menutupi seberapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menonton TV.
- Maraton Film Dapat Membuat Anda Merasa Terisolasi
Menonton Film sering kali digunakan sebagai cara untuk menenangkan diri dan mengatasi stres dari pekerjaan, sekolah, atau mengasuh anak. Dengan kemudahan yang ditawarkan berbagai platform streaming, tidak sulit untuk tenggelam dalam maraton menonton selama berjam-jam.
Namun, menonton film secara maraton dapat membuat Anda merasa terisolasi. Ada hubungan yang signifikan antara penggunaan teknologi digital yang berlebihan dan meningkatnya rasa kesepian. Setelah menonton beberapa episode film berturut-turut, Anda mungkin merasa melankolis, frustrasi, atau hampa. Kebiasaan ini bisa mengurangi interaksi sosial Anda dan memperparah perasaan terisolasi dari lingkungan sekitar.
- Menonton Film Secara Berlebihan Memengaruhi Tidur Anda
Begadang untuk menonton film, terutama yang menegangkan, dapat berdampak negatif pada kualitas tidur Anda. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur akibat begadang dapat menyebabkan rasa frustrasi yang mengganggu kemampuan Anda untuk tidur dengan nyenyak. Akibatnya, Anda mungkin merasa lelah dan terkuras keesokan harinya, memengaruhi energi dan produktivitas Anda sepanjang hari.
- Maraton Film Menyebabkan Depresi dan Kecemasan
Penelitian telah menemukan hubungan kuat antara menonton secara berlebihan dan masalah kesehatan mental seperti depresi, insomnia, kecemasan, stres, dan kesepian.
- Maraton Film Menimbulkan Masalah Punggung
Postur tubuh merupakan bagian penting dari kesehatan tulang belakang. Postur tubuh yang buruk saat menonton dapat menyebabkan tulang belakang melengkung atau lemah, yang menyebabkan nyeri punggung dan masalah muskuloskeletal.
- Maraton Film Membuat Kurangnya Aktivitas Fisik
Jika Anda menghabiskan lebih banyak waktu di sofa dan kurang berolahraga, risiko Anda terkena penyakit jantung, termasuk stroke akan lebih tinggi.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah