JawaPos.com–Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan, multitasking sering dianggap sebagai cara yang efisien untuk menyelesaikan berbagai tugas sekaligus. Namun, apakah Anda tahu bahwa kebiasaan ini sebenarnya bisa merusak produktivitas Anda?
Alih-alih mempercepat pekerjaan, multitasking sering malah membuat pekerjaan Anda berantakan dan mengurangi kualitas hasil akhir.
Dilansir dari verywellmind.com dan jamesclear.com pada Selasa (17/9), artikel ini akan mengungkap mengapa multitasking bukan solusi efektif yang Anda bayangkan, dan bagaimana fokus pada satu tugas dapat membawa Anda pada hasil yang lebih baik dan efisien.
Apa yang Sebenarnya Terjadi Ketika Melakukan Multitasking?
Secara teknis, kita memang mampu melakukan dua hal sekaligus seperti menonton TV sambil memasak atau menjawab email sambil berbicara di telepon. Namun, yang sebenarnya tidak mungkin adalah berkonsentrasi pada dua tugas secara bersamaan.
Anda hanya bisa memfokuskan perhatian pada satu aktivitas pada satu waktu, sementara yang lainnya menjadi gangguan latar belakang. Multitasking memaksa otak Anda untuk beralih dengan cepat antara tugas-tugas yang berbeda. Masalahnya, otak manusia tidak bisa berpindah dengan mulus dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.
Pernahkah Anda kelupaan saat sedang menulis pesan di Whatsapp, dan setelah itu butuh waktu beberapa menit untuk kembali mengingat pesan yang ingin Anda kirim? Hal yang sama terjadi saat Anda multitasking.
Setiap kali Anda mengalihkan perhatian dari satu tugas ke tugas lain, Anda membayar biaya mental yang disebut biaya peralihan atau switching cost. Penelitian menunjukkan bahwa gangguan seperti email dapat membuang waktu secara signifikan rata-rata Anda membuang satu dari setiap enam menit hanya untuk memeriksa email dan kembali ke tugas sebelumnya.
Bagaimana Cara Multitasking Menghambat Produktivitas?
Multitasking dapat merusak produktivitas Anda secara serius. Meskipun tampaknya multitasking meningkatkan efisiensi, kenyataannya otak kita tidak mampu melakukan beberapa tugas sekaligus. Berikut beberapa alasan mengapa multitasking mampu mengganggu produktivitas Anda
- Multitasking Mengganggu Fokus Anda
Multitasker cenderung lebih mudah teralihkan dibandingkan dengan mereka yang fokus pada satu tugas. Kebiasaan berpindah-pindah tugas dapat mengalihkan perhatian dari tugas utama.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa multitasker mungkin lebih mudah terpengaruh oleh gangguan dan mengalami kesulitan menjaga perhatian, bahkan ketika mereka tidak sedang mengerjakan banyak tugas.
- Multitasking Memperlambat Pekerjaan Anda
Meskipun multitasking terdengar efisien, sebenarnya kita bekerja lebih lambat dan kurang efektif ketika melakukan banyak hal sekaligus. Multitasking menyebabkan biaya peralihan tugas, yaitu efek negatif dari berpindah-pindah tugas yang meningkatkan beban mental.
Proses berpindah fokus ini menghambat kemampuan kita untuk menggunakan perilaku otomatis yang dapat mempercepat penyelesaian tugas.
- Multitasking Mengganggu Fungsi Otak
Multitasking melibatkan fungsi otak yang mengatur proses kognitif dan menentukan urutan tugas. Proses ini mencakup pengalihan tujuan dan perubahan aturan dari satu tugas ke tugas lain.
Meskipun perubahan ini hanya memerlukan waktu beberapa detik, akumulasi waktu ini dapat menjadi signifikan, terutama dalam situasi di mana keselamatan atau produktivitas penting.
- Multitasker Rentan Terhadap Kesalahan
Multitasking dapat menurunkan performa dan meningkatkan kemungkinan membuat kesalahan. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang multitasking di kelas cenderung memiliki nilai yang lebih rendah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan rumah mereka. Begitu juga dengan orang dewasa; studi menunjukkan bahwa pengemudi yang multitasking berisiko lebih tinggi membuat kesalahan saat berkendara.
Contoh Multitasking dalam Kehidupan Sehari-hari
Multitasking sering dianggap sebagai solusi efektif untuk menyelesaikan banyak tugas sekaligus, namun sebenarnya banyak contoh multitasking yang menunjukkan betapa sulitnya melakukan banyak hal dengan efektif.
Beberapa situasi umum di mana kita cenderung multitasking meliputi:
1. Memulai dua proyek sekaligus
- Mendengarkan radio sambil mengemudikan kendaraan
- Berbicara di telepon sambil mengetik tugas
- Menonton TV sambil menjawab email pekerjaan
- Scrolling media sosial sambil mengikuti rapat atau kelas online
- Mendengarkan podcast sambil mengerjakan tugas
Cara Menghentikan Kebiasaan Multitasking
Jika merasa multitasking berdampak negatif pada hidup Anda, ada beberapa perubahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi Anda. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kebiasaan multitasking.
- Batasi Jumlah Tugas yang Dikerjakan Sekaligus
Usahakan untuk fokus pada satu tugas pada satu waktu. Jika harus mengerjakan beberapa hal, cobalah menggabungkan tugas otomatis, seperti mencuci pakaian, dengan tugas yang memerlukan lebih banyak konsentrasi, seperti berbicara dengan seseorang.
- Terapkan Aturan 20 Menit
Alih-alih sering berpindah tugas, fokuskan perhatian Anda pada satu tugas selama 20 menit sebelum beralih ke tugas lainnya. Ini membantu meningkatkan konsentrasi Anda dan mengurangi gangguan.
- Kelompokkan Tugas
Jika sulit menahan godaan untuk memeriksa email atau melakukan tugas lainnya, jadwalkan waktu khusus dalam hari Anda untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Dengan mengelompokkan tugas serupa dan mengatur waktu untuk menanganinya, Anda dapat lebih fokus pada tugas utama.
- Kurangi Gangguan
Temukan tempat yang lebih tenang untuk bekerja, matikan ponsel, dan nonaktifkan notifikasi serta alarm yang tidak perlu untuk mengurangi gangguan.
- Melatih Kesadaran (Mindfulness)
Menambahkan mindfulness ke rutinitas harian Anda dapat membantu Anda menyadari saat-saat ketika Anda multitasking. Mindfulness juga dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk fokus dan memberi perhatian pada satu hal pada satu waktu.
Multitasking sering dianggap sebagai kemampuan yang meningkatkan efisiensi, tetapi kenyataannya, kebiasaan ini justru dapat mengurangi produktivitas dan kualitas pekerjaan.
Dengan memfokuskan perhatian pada satu tugas sekaligus, Anda dapat menghindari gangguan dan meningkatkan kinerja. Ingatlah, kunci untuk mencapai produktivitas yang optimal bukanlah melakukan banyak hal sekaligus, tetapi menyelesaikan satu tugas dengan penuh perhatian.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah