Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Adaptasi Carlos Pena di Persija, Menyesuaikan Latihan dengan Jadwal Puasa Pemain

Muhammad Rayhan Satria Aji • Sabtu, 29 Maret 2025 | 21:18 WIB

Carlos Pena, pelatih Persija Jakarta (Dok. Persija.id)
Carlos Pena, pelatih Persija Jakarta (Dok. Persija.id)
JawaPos.com - Menjalani bulan suci Ramadhan di Indonesia menjadi pengalaman baru bagi pelatih Persija, Carlos Pena. Untuk pertama kalinya, ia harus menyesuaikan program latihan dengan jadwal puasa mayoritas pemainnya. Mantan pelatih Ratchaburi itu memang baru pertama kali melatih tim di negara yang mayoritasnya muslim.

Pelatih asal Spanyol itu mengakui bahwa situasi ini merupakan tantangan tersendiri. Namun, ia tetap menikmati prosesnya dan berusaha memberikan yang terbaik untuk tim.

Tidak hanya harus menyesuaikan jadwal latihan, Carlos juga memimpin timnya dalam dua pertandingan penting. Persija harus menghadapi PSIS Semarang dan Arema FC di tengah suasana Ramadhan.

Baca Juga: Imbas Kerusuhan Lawan Persib, Persija Dihukum Tanpa Penonton di 4 Laga Kandang dan Denda Besar

"Saya menyadari pentingnya Ramadhan bagi semua orang di sini (Indonesia). Ramadhan merupakan bagian dari agama Islam. Bagi saya, ini pengalaman pertama yang tidak mudah untuk dikelola," ujar Pena.

Sebagai pelatih, ia memahami pentingnya menjaga kondisi fisik pemain selama menjalani ibadah puasa. Ia menekankan profesionalisme kepada seluruh skuadnya agar tetap bisa tampil maksimal.

"Saya membutuhkan pemain yang sangat profesional untuk menjaga diri mereka sendiri selama menjalani puasa dan latihan," tambahnya.

Untungnya, Pena tidak sendirian dalam menghadapi tantangan ini. Ia merasa bersyukur memiliki tim kepelatihan yang memahami kondisi para pemain saat menjalani ibadah puasa.

Untuk mengakomodasi kebutuhan pemain, jadwal latihan pun mengalami penyesuaian. Sesi latihan lebih sering dilakukan pada sore atau malam hari setelah waktu berbuka.

Menurut Carlos, pendekatan ini sangat membantu menjaga stamina para pemain. Dengan jadwal yang lebih fleksibel, tim tetap bisa berlatih tanpa mengganggu ibadah mereka.

Selain itu, staf pelatih juga memberikan perhatian khusus terhadap pola makan dan istirahat pemain. Hal ini bertujuan agar mereka tetap bugar meski harus berlatih dan bertanding dalam kondisi berpuasa.

"Staf pelatih memberi tahu para pemain untuk menjaga tubuh, nutrisi, dan istirahat. Saya pikir kami telah mengelola waktu ini dengan sangat baik," ungkap Carlos.

Ia juga menilai bahwa pengalaman ini memberikan pelajaran berharga baginya. Penyesuaian yang dilakukan bukan hanya tentang jadwal, tetapi juga tentang memahami budaya dan kebiasaan baru.

Bagi Carlos, Ramadhan bukan hanya sekedar bulan puasa, tetapi juga momen yang mempererat hubungan antara pemain dan staf pelatih. Kekompakan tim justru semakin terjalin kuat dalam situasi ini.

Adaptasi yang dilakukan membuktikan bahwa dengan perencanaan yang matang, tantangan bisa dihadapi dengan baik. Persija tetap mampu menjalani latihan dan pertandingan tanpa kehilangan performa terbaiknya.

Carlos berharap bahwa pengalaman ini akan membuatnya semakin siap dalam menghadapi musim-musim berikutnya. Ia pun merasa semakin memahami dinamika sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Bahas Derbi Panas Persija vs Persib, Pundit Malaysia Justru Puji Bobotoh sampai Ingin Pergi ke Bandung

 

Editor : Candra Mega Sari
#carlos pena #ramadhan #latihan #pelatih persija jakarta